Juni Trip

Wah, sudah lama tidak menulis. Hampir 2 pekan aku tak berurusan dengan laptop, atau tepatnya tidak berurusan dengan dunia maya. Entahlah, bisa jadi karena aktivitas di dunia nyataku sudah menghabiskan semua waktuku, atau mungkin aku yang tidak menyempatkan diri mengupdate jejarsosku. Lihat saja laman fb dan twitterku. Hanya berisi kalimat singkat. Apalagi blogku. Tak ada tambahan.

Baiklah, kali ini akan kubagi kemana saja aku akhir – akhir ini.

7-8-9 Juni,

Kusempatkan ke Solo. Ceritanya sih si Eza minta bantuin ngerjain tugasnya. Yah, taulah tugas anak arsitektur. Gambar, garis dan permainan warna. Dan aku cukup bisa diandalkan untuk jadi asisten (calon) arsitek mengingat track record SD-SMA. Ternyata ketika aku sampai di kosnya malam jum’at itu, Eza malah tepar. Jadilah aku membaca 1/3 novel. Ba’da subuh jum’at, kami pun menyelesaikan tugas yang akan dibawa ke kampus jam 8. Yah, seadanya memang. Dan selama Eza di kampus, aku mengkhatamkan 2 novel sekaligus. Malamnya, lanjut 2 novel lagi. Random sih.

9 Juni,  Full time ever.

Aku melaju bersama Prameks setengah 6. Jadwal kereta terpagi yang pernah kualami. Demi Seminar Wirausaha FORSALAMM! *haha, bo’ong ding. Ada acara jam 8. Tapi tetap saja sebelumnya aku mampir ke SW. Ba’da dzuhur, ada syukuran wisuda Mei Pejuang07. Ah, sayang sekali tidak semua hadir. Entah karena alasan syar’i, atau sengaja menghindari. Apapun, semoga bisa menjadi motivasi tersendiri. Ba’da ashar lanjut sampe pagi ada acara lagi. Biasalah malem mingguan.

10 Juni, akhirnya rehat juga 🙂

11 Juni, calm down sist!

katanya sih ada rapat sidang penguji. Ternyata diundur 14 Juni, cz lagi riweuh SNMPTN.

12 Juni,

Crescendo ke Ngglanggeran, Gunung Purba, Pathuk, Gunung Kidul. Ah, lengkapnya bisa diliat di fb. Yang jelas, seharian itu jadi latihan fisik tersendiri bagi kami berdelapan.

13 Juni,

Efek gunung purba belum pulih, tapi karena ada Roleplay dari JAN untuk persiapan outbond SMA Muh1 16 Juni, 5/8 pasukan crescendo menuju ke KP4.

14 Juni,

Pagi – pagi ke bengkel. Sudah 2 malam adhiyyat nginep di Khonsa. Abis dzuhur, Like usual kamis  is #melingkar day. Sorenya briefing outbond di rumah NAH!

15 Juni,

Setelah #melingkar pagi – pagi aku pun ke kampus. Melihat pengumuman hasil sidang penguji kamis kemarin. Siang rapat PH bimo. Sore #melingkar lagi. Abis maghrib reunian usroh dulu banget.

16 Juni, Show time,

Ternyata, atmosfer outbond kader kampus beda dengan anak sekolah. Tapi, over all oke lah. JAN udah punya SOP dan SDM yang keren! *Kejutan di akhir: sepertinya dunia training cukup menghasilkan ya?

17 Juni,

Ahad pagi yang cerah, aku lanjut produksi craft. Jahit flannel lagi. Agak siang, aku ke maskam. Sore kajian manhaj. Abis maghrib Rapat Crescendo.

18 Juni, a crowded monday,

Hampir setengah hari jahit flannel, akhirnya aku ke bengkel. Adhiyyat sudah 3 malam (lagi) nginep di Shofuro. Sementara diganti CDI dan aki, aku lanjut ke kampus nemui dosen penguji dan ngurus lalalala sampe ashar. Abis ashar ke TP. Rapat Pa’ole. Abis maghrib ke rumah intan. Jenguk ibunya.

19 Juni, much I want, much I lose,

My body is not delicious. Haha, istilah yang aneh untuk kalimat “aku gak enak badan”. Tapi, mau gak mau jam 7 harus udah di nuris. Rapat Crescendo (lagi). Jam 10 aku ke akademik. Dan undangan untuk dosen penguji yang kutinggal dari kemarin sore belum ditanda tangani sodara – sodara! Aku pun bolak – balik kayak setrikaan sampe dzuhur. Akhirnya kuputuskan untuk menyerahkan draft pada 2/3 dosen penguji tanpa undangan. Lalu pulang saja.

Abis dzuhur ke mardliyyah ngambil jaket FORSALAMM. Ternyata abu – abunya mirip jaket teladan. Lapisan dalamnya mirip warna jas almamater. Dan ijonya gak menyala dalam gelap #loh

Sesiangan tadi jadi 3 produk. Dan my body is not delicious (lagi). Padahal abis ashar ada temu bimo-mas’ul forsalamm. Aku pun hanya sempat dapat ujungnya. T-T

Insyaallah pendadaranku selasa, 26 Juni 2012 jam 10 di ruang transit unit V. Dan sekarang aku sedang membuat presentasi di power point (tampaknya akan bersambung besok pagi). Besok rabu menyelesaikan urusan lalalala di akademik dan TU, fiyuh, semoga selesai pagi-siang, sorenya #melingkar. Kamis pagi fixasi persiapan berangkat ke purwokerto, siang insyaallah latihan presentasi sama dosen pembimbing, lanjut #melingkar dan sorenya berangkat ke purwokerto. Jumat roleplay dengan panitia di sana. Sabtu outbondnya. Malam ahad balik ke jogja. Ahad pagi ke konser amal palestine. Senin fixasi persiapan pendadaran. Semoga selasa depan bisa jadi salah satu hari baikku. Doakan ya~ 🙂

Salima, 19 Juni 2012, 23:01

Ditengah keriuhan pekerjaan dan akademis

Milaad Episode

Siapa bilang rolling berarti berpisah? Justru rolling adalah sarana pembuktian ukhuwah. Apakah persaudaraan itu berhenti ketika ganti kelompok, atau berlanjut hingga waktu seterusnya?

Dalam 2 bulan terakhir, 4 dari saudara seperguruanku (dulu) milaad. Oke, dalam islam memang tidak ada sunnah merayakan hari lahir. Tapi, tidak ada larangannya kan? Toh bersyukur dan mendoakan saudara itu wajib. Hari lahir hanyalah salah satu momen untuk saling mendoakan. Tentunya tiap setelah sholat terselip doa terbaik untuk saudara kita bukan?

Episode 1: R

Selasa, 24 April 2012

Cast: R, D, V, E, N

Korlap: V

Skenario:

Sore itu, D dan V bersama – sama ke kos R. Lalu, dengan berbagai alasan, D menemui Q dan V menemui F. Sementara N yang datang bersamaan dengan azan maghrib, segera menemui calon korban, sebut saja R. Hingga usai sholat, belum ada tanda – tanda E akan menyusul. N sudah mati gaya dicuekin sama si R. Akhirnya D dan V naik dan menyerahkan kadonya.

R menerima kado dengan ekspresi datar. Entahlah, mungkin dia capek seharian full, atau dia salting dikasih kejutan. Setelah kado diserahkan, D, V, N pulang, sedangkan E baru datang. Hadeeh. Episodenya sad ending deh.

Episode 2: F

Ahad, 27 Mei 2012

Cast: R, D, V, E, N, F

Korlap: V

Skenario:

Ba’da ashar, V yang merupakan ta-ukhti si F meng-sms all member, dan akhirnya ditentukanlah kado dadakannya. Tepat setelah maghrib, para perusuh sudah berkumpul di TKP. Komposisinya hampir lengkap, cuma kurang mas’ulnya, sebut saja si A. Penghuni kontrakannya ikut meramaikan, menambah kegaduhan bertambahnya usia si F.

Episode 3: A

Ahad, 3 Juni 2012

Cast: A, D, V, E, F

Korlap: F

Skenario:

Akhirnya, muncul juga tokoh ini. Ah, susah sekali untuk melibatkan beliau untuk ikut serta. Berhubung kali ini hari jadi beliau, mau tak mau ia muncul. Ba’da maghrib, pasukan pun menggrebek sebuah asrama muslimah di sekitar kampus. Entah keceriaan apa yang ditimbulkan, penulis tidak tau karena tidak ikut serta. Tapi, cukup mengukir episode yang indah dihati A.

Episode 4: D

Rabu, 6 Juni 2012

Cast: A, R, D, V, E, N, F, S

Korlap: A

Skenario:

Setelah beberapa hari lalu si A digrebek, korlap penggrebekan kali ini diambil alih oleh A. *modus balas dendam

Namun sayangnya, prosesi grebek milaad (PGM) kali ini tidak dilakukan pada hari-H. Ada berbagai macam alasan, salah satunya karena korban tidak bisa ditemui pada hari tersebut. Maka, setelah rembug online (baca: sms-an), disepakati bahwa PGM kali ini akan dilakukan pada esok harinya (H+1). Dengan ketentuan tidak ada yang mengucapkan pada hari-H. *tega mode: ON

Dihari yang sudah ditentukan, pasukan berkumpul tepat saat maghrib di sebuah masjid sekitar kampus. Korlap sudah memastikan korban bisa hadir pada waktu tersebut. Walaupun sempat diwarnai acara PKK (jahit-menjahit flannel), PGM tetap bisa terlaksana dengan doa panjang dari sang mas’ul. Sebentar sodara – sodara, cerita belum selesai. Komposisi lingkaran kurang 2 orang. F belum hadir karena sedang #melingkar dan sang sensei belum diundang.*parah

Karena si A tak bisa berlama – lama, maka ia pun pamit. Tepat sebelum A undur diri, F akhirnya datang. Maka lengkaplah pasukan tersebut. Sebelum diusir karena menyebabkan kegaduhan di masjid, para pasukan segera meninggalkan TKP. Menuju tempat selanjutnya. F harus mengerjakan tugas kelompok, sementara yang lain lanjut syukuran di sebuah tempat makan jepang di selatan kampus kesehatan.

Kejutan pun tak berhenti disini. Sang sensei ternyata mau nyusul. Ah, seru sekali. Beliau bela – belain ke kampus yang berada agak ke barat, padahal baru selesai bertugas dari ujung timur sana dan rumahnya di ujung utara. Subhanallah. Maka, seekor ikan buntal buatan E dengan modifikasi dari N menjadi kenang – kenangan untuk sensei yang keren itu.

Banyak hal yang didapatkan dari #melingkar. Salah satunya adalah tentang menyambung silaturahim. Ketika kita mendapat teman selingkaran dan sensei yang menyenangkan, tentunya kita sedih ketika akan berpisah. Tapi, sungguh utama orang beriman yang meyakini bahwa bertemu dan berpisah hanya lah karena allah. Semoga kita mampu mengukir kenangan bersama teman selingkaran kita yang sekarang, dan tetap menyambung silaturahim dengan teman selingkaran kita yang sebelum – sebelumnya.

Salima, 7 Juni 2012, 10:55

Bimo-nya dibubarin aja ^^v

Sabtu, 2 Juni 2012,

Pagi – pagi si boz udah sms.

Aslmwrwb..

Krn kmren ga jd rapat ph, kt ganti bsk hbs SD ya.. Byk agenda yg hrs dbhs ni.

1

2

3

4

msg2 memikirkan dlu di rmh ya, biar syuronya efektf. Mri kmbli saling mnguatkn, smg dimudahkn. Ijin syar’i 12 jam sblmnya! Syukron

Received: 09:01:17, 02-06-2012

Aku cuma bisa geleng – geleng. Susah banget ya mau rapat ph. Padahal cuma ngumpulin 6 orang. Dulu jaman di KMMF, BEM farmasi, Jarkad, kayaknya bisa – bisa aja, walau gak full sih.  Rapat Pa’ole dan Cresscendo juga lumayan rame. Paling 1-2 orang yang gak dateng.

Abis isya’, aku mengecek lagi persiapan SD.

publikasi udah disebar di fb dari rabu

nyebar lewat sms juga udah.

Pembicara udah beres, pak Ganjar gak bisa, diganti pak Sudaryanto.

Ternyata setelah dicek, dari 23 orang bimo-ers yang bisa cuma 3 sodara – sodara! Banyak yang ijin, tapi lebih banyak yang gak konfirm. Bagiku kalo gak bales sms berarti gak bisa. Dia gak bales karena gak enak bilang kalo gak bisa. Gak gentle banget sih. Apa sih salahnya ngaku kalo ada acara laen? Duh, padahal SD kan salah satu sarana penjagaan bimo-ers.

Ahad, 3 Juni 2012,

Jam 8 kurang seperempat, aku meluncur. Beli snack pembicara, snack peserta dan tentu saja Telacake untuk pembicara. Tasku lumayan berat. Isinya ada lepi, piring, alat tulis, notes, sertifikat, HVS, perlengkapan bikin produk CC *iseng banget sih pake dibawa segala.

Jam 8 lewat 5 di tamtim KT baru ada Henny sendirian. Di ujung sana ada Akbar KT10 dengan teman – temannya. Ada juga Lya Kt09 lewat buru – buru entah dari mana mau kemana, cuma salaman trus kabur. Belum nampak satupun bimo-ers. Yasudah, aku dan Henny pun menghabiskan waktu dengan mengobrol dan sarapan bareng.

Jam 9 si Ika d3 mipa 2010 datang. Tak lama Ari juga datang bawa kardus minum. Jam 9 lewat 10 pak SDY datang. Ari ambil tiker. Cheni d3 TP 2010 dateng. Akhirnya jam 9 lewat 20 menit forum pun dimulai. Materi tentang opini disampaikan sesuai TOR, lanjut sesi tanya jawab dan praktek nulis opini. Seru. Tapi sayangnya sepi. Hanya sepuluh orang.

Ingatanku kembali pada memori bulan mei lalu. Training Kemediaan hari pertama yang diisi pak Ganjar hanya dihadiri 6 peserta. Hari kedua yang diisi oleh MiniMagz pun hanya dihadiri sekitar 10 orang. Itu pun datang dan pergi. Jujur, aku yang selama empat tahun lebih berkecimpung di SKI, sangat shock dengan sedikitnya peserta. Minimal banget belasan orang pasti memenuhi forum yang pernah kuadakan.

Maka kali ini, ketika SD hanya dihadiri sedikit orang, aku sudah “siap”. Yah, beginilah tabi’at jalan dakwah. Hanya sedikit orang yang mau terlibat didalamnya. Apalagi dakwah media yang bisa dibilang “baru”.

Hampir tengah malam, aku harus ngenet untuk mengirim imel tugas dari sensei. Kubuka jendela Mozilla Firefox. Tab yahoo, facebook, twitter, wordpress. Tak sengaja bertepatan dengan sebuah akun yang mengupload foto DERAP tadi pagi – siang. Aku pun langsung membukanya. Aku iri melihatnya. Begitu ramainya massa aksi. Harusnya aku tau, bahwa SD tak akan menang saingan dengan DERAP.

Aku pun tak ingin larut dalam penyesalan. Sekelebat pikiran ingat yang lain: Apa kabar Training Community Empowerment (TCE)-nya IM3 ya? Gimana tabligh akbar JTMI ya? Forga KMIB rame gak ya? Muktamar SKI Al-Banna sukses gak ya? Training Kewirus KMMTP berapa yang hadir? Dan berbagai event di belahan bumi lainnya.

Selalu ada bisikan untuk menyerah. Padahal setitik cahaya harapan tak pernah sirna. Wahai Rabb yang menggenggam hati, tetapkanlah kami dalam kebaikan. Dan istiqomahkanlah kami di jalan panjang ini. Ini baru awalan. Kalo Bimo bubar, truz gimana nasib dakwah media di UGM?

Salima, 4 Juni 2012, 00:41

 

 

 

What a Full Friday!

Selalu ada semangat baru di hari jum’at. Biasanya sih gitu. Tapi pagi – pagi Nita udah ribut masalah jemuran. Arkan yang jadi tersangka sedang nganter Miski ke kampus. Aku jadi ikutan sewot. Abisnya dia teriak – teriak, terus banting pintu dan ujung – ujungnya nangis. Dengan kesal kuraih AsyaRo dan kukirim sms ke Arkan. Hani yang mau berangkat cuma bisa bingung mendengar kegaduhan pagi itu. Aku pun menyegerakan berangkat supaya tidak makin kesal.

Hari jumat itu, Pa’ole jaga stand di TP. Ada entrepeuner day-nya KMMTP. Dalam rangka dies natalis FTP kah? Ternyata bukan sodara – sodara. Gak ada hubungannya, yaudah ngadain aja. Aneh. Biarin dah.

Jam 8 aku sudah standby. Lukman belum datang. Jam 9 sudah mulai ramai. Stand pa’ole sebelahan sama Lelebo. Yah, fastabiqul khoirot deh. Tak lama kemudian Harits dan Diki lewat wira – wiri.

“Rits, hari ni ke mana – mana gak? Hari ni aku full mobile, Motorku mogok di parkiran. Boleh pinjem motor? ” 

“Aku cuma di lab koq. Pake aja motorku. Ntar gampang pulangnya minta anter temen.”

 

Tanpa pikir panjang, Harits pun menyerahkan kunci motornya dan STNK. Subhanallah, itsarnya.*terharu

Sampe jumatan, kubiarkan Lukman dan Catur yang jaga. Aku nyambi bikin produk Cressendo Craft.

Abis dzuhur, harusnya rapat bimo. Tapi pas aku ke tamtim baru ada Ari dan Tri. Rima baru mau sholat di TP, Uti juga masih di teknik, Angga ternyata ada responsi. Yasudah, akhirnya rapatnya diundur ahad siang abis SD. Sabar ya boz!

Jam 2 aku janjian dengan pak wawan. Tapi beliau masih ada diskusi di P3 UGM. Baru nyampe kampus jam 3-an. Alhamdulillah, setelah sekian lama, akhirnya skripsiku di-acc. *terharu jilid 2

Aku pun segera memfotokopi intisari dan surat keterangan selesai ambil data. Jam 4 kurang 15, aku ke TU minta nama dan NIP dosen yang diusulkan sebagai penguji skripsi. Lanjut ke akademik. Ternyata sudah dikunci. Tapi bapak – bapaknya masih di dalam. Dengan wajah tak bersahabat, bapaknya membuka pintu dari dalam. Dan aku diomelin deh. Katanya kalo jumat cuma sampe jam 3. Dengan muka polos aku menyerahkan draftku. Dan ternyata draftku masih belum lengkap. Sedihnya. Tau sih kalo salah, tapi gak usah pake ngomel – ngomel gitu dong. Lututku langsung lemas dan akupun menuju ke mushola dengan sedih. Gini nih kalo nunda sholat ashar.

Setelah sholat ashar berjama’ah dengan Ika dan Lely, temenku yang baru selesai kuliah di profesi, aku pun menuju tempat berikutnya. Yah, jumat sore jadwal #melingkar. Adhiyyat yang kutinggal di TP ternyata dibawa Lukman. *terharu jilid 3

Tepat ketika azan isya’, aku sampai di FHQ, kontrakan Harits. Setelah sholat isya’, para penghuni FHQ mau dinner ke Feskul. Setiap jum’at, omzet DaQu grup disedekahkan ke Rumah Qur’an. Aku sudah sangat lelah untuk sekedar ikut makan. Tepat ketika mereka mau pergi, adhiyyat diantar Lukman dan Dida. Aku pun segera meluncur ke Salima.

Baru sampe di depan Salima, Miski sedang duduk di teras.

“Lu ngapain, Mis?”, sapaku

“Nyari privasi”, jawabnya cuek.

Aku pun masuk ke salima. Ada Nita dan Hani di ruang tengah. Ketika masuk kamar, ternyata ada Rika sedang ngeprint skripsi. Berantakan banget sih. Setelah ritual terapi air selama lima belas menit, aku mengirim sms ke ayah – ibu – Eza dan kemudian pergi balikin buku. Sepanjang jalan aku berfikir. “Malem ni numpang mabit ke mana ya? Atmosfernya lagi gak enak nih.” Akhirnya kuputuskan untuk mabit di kosan Ispri.

Sesampainya di sana, aku menumpahkan segalanya.

“Ternyata berat ya, Ne, jadi orang yang dituakan di Salima.”

Hingga hampir tengah malam kami membahasnya. Ya Rabb, begitu banyak kejadian hari ini. Pastinya ada hikmahnya. Entah ini rahmat atau musibah, semoga aku bisa selalu husnuzhon pada-Mu…

Salima, 3 Juni 2012, 23:54

8 Hari Mencari Makna #5

Everyday is Monday, Just Like Sunday

#8 Hari ini,
Senin adalah hari piketku. Habis subuh aku pun membereskan ruang tengah. Tepat pukul enam waktu ruang tengah (kecepetan 15 menit dari jam AsyaRo dan An-naml), aku mulai menggarap skripsiku. Selama empat jam penuh aku berhadapan dengan An-Naml.

Tepat pukul sepuluh, telpon rumah berdering. Dari telkom. Intinya menawarkan program peningkatan fungsi telpon rumah. Langsung saja kuputus dengan menceritakan pesawat telpon cuma bisa nerima telpon masuk, penghuni kos jarang di rumah dan kalo nelpon pake hape aja udah cukup. Telpon rumah tetap ada karena kami pake speedy. Maaf ya, mbak operator. ^^v

Usai telpon itu, aku mulai merasa ngantuk, lapar, pusing dan bosan. Akhirnya kuputuskan untuk rehat dhuha dan sarapan. Sambil makan, aku mulai mengutak-atik koleksi foto, dan jadilah 2 design syiar Ramadhan.



Setelah dzuhur, aku menuju KPFT. Ada janji dengan (calon) bimo-ers ke-23. Beberapa hari lalu, si boz dapat sms dari seseorang. Beliau merekomendasikan seorang Pejuang07 yang “nganggur” untuk gabung di bimo. Yey~ akhirnya aku dapet temen akhwat 07 di bimo.
Setelah ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon selama sekitar satu setengah jam, kami pun berpisah. Sepanjang jalan pulang, aku mencoba memaknai kembali arti dari komunitas. Makin banyak, harus makin besar kapasitasnya. Al-wajibatu aktsaru minal ‘awqot. Kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang ada. Enjoy your life, wish all your dreams come true.

Salima, 28 Mei 2012, 21:31