A New Begining

“Giwangan.. Giwangan.. Yak, yang turun giwangan siap-siap!”, suara kondektur bis patas itu mengalihkan perhatian Kiki dari koran yang sedang ia baca.

“Yey~ nyampe Jogja!”, sorak Kiki dalam hati seraya mengucap syukur atas akhir perjalanannya berjam-jam dari tanah kelahiran. Tampak jelas kelegaan di wajahnya. Semangatnya menapaki bumi Jogja Berhati Nyaman tidak surut meski orang tuanya tak bisa mengantar.

Ini bukan pertama kalinya Kiki ke Jogja. Sebelumnya ia pernah ke Jogja ketika registrasi dan tes TOEFL, sekalian mencari kos. Alhamdulillah, ia sudah mendapatkan kos di dekat kampusnya berkat bantuan mbak-mbak IM3. Dengan langkah ringan, Kiki menuruni bus patas dan menuju ke shelter Trans Jogja yang berada di terminal Giwangan.

Tiga puluh menit kemudian, Kiki sudah sampai di kosnya. Kosan masih sepi. Hanya ada satu-dua orang. Kiki sengaja datang H-2 P2SMB atau yang disebut PALAPA, supaya bisa mempersiapkan diri. Tapi sebenarnya gak ada yang harus disiapkan sih. Kata temannya mereka cuma disuruh menghafal tarian daerah. Aku kan gak bisa nari, ntar nonton aja deh. Kalo disuruh maju ya ikut-ikut aja, pikirnya.

Karena tak ada yang bisa dikerjakan, ia memutuskan untuk berjalan-jalan. Setelah mengenalkan diri pada beberapa penghuni kosan yang ada, ia pun pamit. Tanpa terasa, ia sudah sampai di depan sebuah gedung di selatan gedung Grha Sabha Pramana. Tampak tulisan “Gelanggang Mahasiswa” di depan gedung tersebut. Banyak sepeda biru di parkiran. Hmm, sepeda itu boleh dipinjem gak ya?, gumamnya tak jelas. Dengan agak ragu, Kiki masuk ke gedung tersebut.

“Hei, sist, apa kabar?”, tiba-tiba ada seorang anak perempuan menepuk pundaknya. Sepertinya pernah ketemu.

“Hmm, siapa ya?”, sahut Kiki polos.

“Haduh, begitu mudahnya kah aku dilupakan?”, gerutunya kesal.

“Maaf deh, tapi aku lupa namamu. Aku inget koq kita pernah ketemu pas tes TOEFL. Kursi kita sebelahan kan?”

“Ya, ya, baiklah, kali ini kau kumaafkan. Aku Umi, dari Tuban. Kamu Kiki dari Sukabumi kan? Kita satu fakultas”, jelasnya sambil mengulurkan tangan mengajak salaman.

“Oiya, maaf, aku memang agak susah mengingat nama”, jawab Kiki sambil menyambut uluran tangan Umi.

Never mind”, sahut Umi sambil tertawa. “By the way, kamu ngapain di sini, Ki?”

“Cuma jalan-jalan, aku baru sampe trus ke sini deh.”

“Ya ampun, gak capek po?”

“Capek sih, tapi gak ada kerjaan. Kosan sepi.”

“Haha, ntar maen ke kosku ae. Rame. Yuk keliling bareng, aku juga baru datang.”

Mereka pun mulai melihat-lihat isi gelanggang. Ada lapangan basket, ruangan pramuka, catur, taekwondo, unit selam, unit fotografi, entah apalagi Kiki dan Umi tidak terlalu memperhatikan. Sepertinya semua kegiatan kemahasiswaan dipusatkan di sini.

“Dulu pas SMA kamu ikut apa, Mi?”

“Hmm, apa ya? Kalo gak salah sih OSIS, Paskib, Pramuka, PMR, Rohis, KIR, fotografi, sama mading SMA”

“Wah, wah, emang gak susah tuh bagi waktunya?”

“Hehe, ya, diatur aja. Lagian aku cuma ikut-ikutan, jadi ya gak sesibuk pengurusnya. Kalo kamu?”

“Aku cuma ikut Rohis, abisnya dilarang sama ibuku ikutan yang laen”, jawab Kiki muram.

“Lah, kenapa deh?”

“Gak tau tuh. Katanya kalo ikut paskib, pramuka, PMR tu capek. Ibuku dulu ikutan pramuka, tapi pas Jambore gak dibolehin ikut sama kakekku. Trus kalo anak OSIS, katanya bakal sering bolos pelajaran, soalnya banyak kegiatan.”

“Haha, kamu penurut banget, ya? Trus, ntar di kampus mau ikut apaan?”

“Yah, paling ngelanjutin Rohis. Ada kan ya?”

“Ya ada lah, kalo di tingkat univ ada Jama’ah Shalahuddin, kalo di fakultas ada namanya Keluarga Muslim Fakultas atau kalo gak salah namanya SKI. Kalo di biologi namanya Jama’ah Mahasiswa Muslim Biologi atau disingkat JMMB.”

“Ooo..  Koq kamu tau sih?”

“Iyalah, kemaren pas registrasi kan ada standnya. Kamu gak mampir ya?”

“Hehe, iya. Trus, kamu mau ikutan apa?”

“Yah, ntar liat-liat dulu deh. Kata mbak kosku, di kampus itu kegiatannya seabrek, harus pinter-pinter milih. Tiap lembaga pasti ada plus-minusnya. Ada resikonya. Pengalamanku SMA dulu sih asyik banyak kegiatan. Rencanaku di kampus ntar mau fokus ngembangin hobi fotografi. Mungkin ntar aku mau masuk unit fotografi atau semacam lembaga jurnalistik apa gitu. Empat tahun lumayan lama lho kalo cuma diabisin buat kuliah doang. Padahal kan kalo udah lulus yang diliat bukan cuma IPK, tapi pengalaman organisasi juga.”

“Yoi, sepakat.”

Sayup-sayup terdengar azan dzuhur berkumandang.

“Wah, sudah azan. Ke maskam yuk.”

“Okeee..”

Keduanya pun segera keluar dari gelanggang. Pertemuan mereka hanyalah awal dari perjalanan panjang mereka di kampus biru ini. Banyak hal yang akan terjadi. Siapa yang menanam, ia yang akan memetik hasilnya.

 

Salima, 5 Juli 2012, 14:15

Bayangkan jika cerpen ini harus jadi 1 halaman A6

n(_ _)n

Ramadhan#11

Wah, sudah selasa. Kemarin senin seharian gak ke kampus. Abis rapat pejuang07, lanjut ngerjain orderan Nurul sampe jam 2. Sambil nunggu ashar, nyelesain baca After School Club, novel Orizuka yang ke-17. Produktif banget deh tu ayuk, dalam 5 tahun udah nerbitin 18 karya.

Hmm, pagi ini nyuci dulu atau ngampus dulu ya? Sms dosen ah. Mereka hari ni kira-kira bisa ditemuin jam berapa ya? Sent to: Bu C dan Bu W.

Dalam hitungan menit, ada sms balasan dari bu C. Hanya 4 karakter:

Jam9

Received: 08:29:19, Today

From: DPS bu C

 

Oow.. aku harus siap dalam setengah jam! Aku pun langsung berlari ke kamar mandi.  Lupakan rendaman cucian yang sudah menunggu.

Dalam lima belas menit aku sudah selesai.  Ku cek HP. Siapa tau ada sms lagi. Ternyata ada sms balasan dari bu W:

Besok jam 13 an ya.

Received: 08:46:21, Today

From: DPS bu W

Segera kukumpulkan seperangkat alat tulis dan apa saja yang perlu dibawa. HP? Check. Dompet? Check.  Qur’an? Check.  Setelah memastikan semua lengkap, segera kupakai jam tangan putihku dan ketika akan mengambil kunci motor, aku menepuk dahiku. Kemarin sore aku ketiduran sampai lupa ngambil motor di bengkel. Ckckck.

Sebelum pergi, aku mengecek kamar yang lain. Masih ada salimers kah? Oh, ada Hani. Okey, berangkat. Kuraih helmku dan berjalan menuju bengkel. Kulirik jam tanganku dan kudapati jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 tepat. Ah, maaf ya bu C, aku telat.

“Berangkat ya, Pak”, pamitku pada pak Supri, tetanggaku yang sedang bersih-bersih di depan rumahnya.

“Monggo. Lah, koq jalan kaki?”

“Nggih pak. Motorku lagi di bengkel”

“Oh, ya, ya..”

Sesampainya dibengkel, ternyata belum buka. Eng-ing-eng. Lalalala. Akupun lanjut berjalan saja. Lima menit berlalu dan aku baru sampai di gerbang masuk klaster fakes. Masih setengah perjalanan. Yah, jarang-jarang jalan kaki. Lima menit kemudian aku sudah di gerbang fakultas farmasi.

“Monggo pak”, sapaku pada pak Satpam.

“Monggo”

“Nitip helm ya pak?”

“Ya”, sahut beliau sambil melihat monitor yang menunjukkan kondisi di setiap titik parkiran. Canggih euy!

Aku pun berjalan menuju unit III. Melewati lobi, ada yang sedang berkumpul di depan ruang skripsi. Sepertinya ujian tertutup. Melewati mushola yang terlihat sepi. Yah, kampus tanggal segini memang saatnya liburan. Yang di kampus tinggal beberapa orang sepertiku dan yang sedang remed.

Sesampainya di unit III, aku langsung menuju ke lantai 2. Semoga bu C ada di ruangannya. Alhamdulillah, ada. Akupun masuk dan mendapati beliau sedang sibuk dengan netbooknya.

“Assalamu’alaikum, bu”, sapaku sambil membuka pintu ruangan.

“Wa’alaikumsalam”

“Ini bu revisinya. Ini yang sebelumnya”

Bu C mengambil draft revisiku dan membolak-baliknya.

“Anda bimbingannya bu Anna ya?”

“Oh, bukan bu. Saya bimbingan pak Wawan.”

“Ini Anda lipet dulu bagian yang sudah direvisi, nanti kita diskusikan.”

“Emm, ini ganti judul, bu. Jadi hampir semuanya dirubah”, sahutku.

“Oo.. yang revisinya banyak itu ya?”

“Iya bu.”

“oh, kalo gitu ditinggal dulu. Besok kita diskusi.”

“Jam berapa ya, Bu?”

“Sebentar, besok saya nguji jam berapa ya?”, jawab beliau sambil melihat jadwal.

“Sekitar jam 11 – 12 saja. Besok Anda sms lagi ya.”

“oh, ya, bu. Terimakasih.”

Aku pun pamit dan melihat jam. Demi seminggu aku menanti ibunya pulang dari Thailand, demi sepuluh menit aku berjalan kaki pagi ini, percakapan tadi tak lebih dari lima menit. Subhanallah.

Dengan gontai seperti zombie aku menapaki tangga dan turun ke lantai satu. Sebelum meninggalkan unit III, aku mampir sebentar ke ruang pak S. Tadi belum sms beliau sih, siapa tau aja beliau ada. Hmm, ternyata tak ada. Aku pun menyebrang menuju unit II dan tidak kudapati mobil pak S ada di parkiran lapangan basket.

Nothing to do today about revisi. Jadi, kuputuskan untuk tour the lab menyelesaikan surat bebas lab. Tinggal unit II. Unit IV sudah  beres, unit III tinggal tanda tangan kepala bagian yang baru bisa diurus setelah ujian terbuka, cz pak S dosen unit III, unit V tinggal diambil.

Ada tiga orang yang harus kutemui di unit II. Alhamdulillah, ketiganya ada. Jadi lab unit II sudah beres. Aku menuju ke perpus dan memfotokopi lembaran itu. Setelah itu, aku memberikan kopiannya kepada bagian tata usahanya. Perjalanan dilanjutkan ke unit IV. Setelah memberikan kopian kepada tata usaha unit IV di lantai 2, aku menuju unit V.

Usai melakukan perjalanan di tiga lab itu, aku terduduk lemas di gazebo depan kantin yang tutup. Semoga kelar minggu ini dan sebelum tanggal 10 sudah beres. Aku sudah terlanjur beli tiket Rosalia Indah tanggal 10 Agustus.

Setelah merapikan kertas-kertas bebas lab, aku pun bangkit. Dengan langkah gontai aku berjalan menuju pos satpam. Mengambil helm kemudian pulang.  Rendaman cucian menantiku.

Salima, 31 Juli 2012, 11:13