Creative Land

“Meta, tolong dikasihkan ke Ule dong”, ujarku sambil menyerahkan flashdisk Sony 8 GB pada Meta, teman sekelasku.

“Waah, lucu.. Ini buat sendiri ya?”

“Iyaaa.. Mau order?”

Dari kecil aku akrab dengan benda-benda unik. Kadang aku merasa otak kananku lebih berfungsi daripada otak kiriku. Haha, gak juga sii.. Nilai MAFIA-ku lumayan bagus. Apa otak tengah yang akif yak? Entahlah. Yang jelas farmasi itu multi-talent.

Hari Minggu kemarin sebelum pulang ke Jogja, aku sempat menemani sepupuku ke Luwes, semacam mall di Delanggu. Dan aku menemukan ini:

 

Bagus kan? Harganya lumayan lho. Kalo gak salah sekitar Rp 27.500. Padahal modalnya gak seberapa. Sesungguhnya, kalo aku mau, aku juga bisa bikin beginian (insyaallah). Tapi, ya jadwal akademik yang full colour bikin hidupku nano-nano rame rasanya. Lalu, senin kemarin aku menghabiskan 4 sks kuliah kosongku untuk berkreasi dengan flannel lagi. *padahal selasa pagi ujian ^^v

Kalo hobi digeluti emang bisa jadi kerjaan. Bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Nih, kayak usaha temenku yang baru launching beberapa hari lalu:

*contact yg ada di publikasi ini salah. yg bener 0857 0202 2524 –> coba hubungi aja~

Ada lagi usaha bisnis online a.k.a online shop. Kalo lagi banyak orderan, mesti kewalahan. Cek aja web ini: http://tokoomahbayi.com/

Apapun hobimu, coba aja dikembangin. Siapa tau bisa jadi duit. #eh

Ruang IX Fak Farmasi, 31 Oktober 2012, 15:10
Di antara jeda kuliah

 

Idul Adha

Ini Idul adha ke-enam selama aku di kampus. Idul adha pertama (2007) dan kedua (2008) di tempat mbah di Polanharjo, Klaten. Idul adha ketiga (2009) di Gayamharjo, Prambanan (Safrida KMMF). Sedangkan idul adha keempat (2010) di Jogja saja, waktu itu ada erupsi merapi dan teman kosku sedang sakit. Tahun lalu (2011) aku idul adha di mana ya? Haha.. lupa.. Kalo gak di Jogja ya di Klaten..

Idul adha kali ini kuhabiskan di Dukuh Kadigunung, Desa HargomulyoKokap, Kulonprogo. Ada program pengabdian dari Fakultas. Sebenernya fakultas ngadainnya di Pajangan, Bantul, tapi kami ngadain mandiri, nebeng acara Tebar Hewan Qurban (THQ) Beastudi Etos Dompet Dhuafa Jogja.

Nah, karena lagi males nulis, tak bagi foto-fotonya aja ya? ^^v

Kamis, angkut-angkut obat dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), dibantuin Dwinna-chan.

Jum’at pagi, abis sholat Ied di Nurul Islam, aku dan Rika sarapan ala anak kos. Eh, asrama ding..

Akhirnya sampai juga, walau sempat nemu jalan baru (baca: nyasar)

Kami udah ditunggu untuk Pelayanan Kesehatan

Abis sholat jumat ada lomba-lomba untuk anak-anak di sana. S.E.R.U!

Rangkaian acara berakhir sekitar jam 5 sore. Nyampe kos udah isya’, trus makan, sholat, bersih-bersih. Sabtu sore aku ke tempat mbah.

Salima, 31 Oktober 2012, 08:35

#BulanHaji

Hari ini aku banyak dapat cerita tentang haji. Emang sih ya, kalo bulan Dzulhijjah kita bakal dapat disuruh baca lagi tentang kisah kurban pertama. Ya, tentang dua orang anak Nabi Adam as. Selain itu, tentang Nabi Ibrahim as. dan Ismail as. Intinya tentang P.E.N.G.O.R.B.A.N.A.N. Jleb banget deh pas Sensei bilang gini: “Apa saja sih yang sudah kita korbankan untuk Allah?”

Nah, ada beberapa agenda bulan Dzulhijjah ini. Karena diriku kebagian tugas nge-share, maka akhirnya kutulis disini (panjang kalo lewat sms mah..) Monggo disimak dan diamalkan ^^

  1. Melaksanakan shalat berjamaah (di masjid) di awal waktu bersama dengan takbiratul ihramnya imam dan senantiasa menjaga shalat-shalat sunnah rawatib (12 rakaat)
  2. Melaksanakan shalat sunnah (terutama dhuha, witir dan minimal dua rakaat qiyamullail)
  3. Berusaha mengkhatamkan Al-Qur’an pada sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah (3 juz per hari)
  4. Melaksanakan puasa Arafah
  5. Melaksanakan sebanyak mungkin puasa pada sembilan hari awal bulan Dzulhijjah.
  6. Membaca dzikir pagi dan sore, pada momentum tertentu, setelah shalat fardhu, dll.
  7. Merasakan suasana haji
  8. Membaca wirid doa seperti di akhir Al-Ma’tsurat, dan berdoa untuk muslim sedunia.
  9. Mengajak keluarga untuk menyambut kesempatan ini dan membantu mereka dalam melaksanakan kebaikan serta amal ibadah pada hari-hari tersebut,
  10. Mensosialisasikan agenda ini di tempat kerja dan di rumah, mengajak teman-teman kerja serta tetangga, supaya semakin luas jangkauan kebaikan di masyarakat.
  11. Melaksanakan shalat Idul Adha di masjid/lapangan yang terdekat dengan tempat tinggalnya (kecuali yang bertugas di tempat lain)
  12. Berniat dan melaksanakan ibadah qurban minimal satu keluarga seekor kambing.
  13. Bersama dengan masyarakat sekitar melakukan pemotongan dan pembagian daging hewan qurban.

Ibadah haji adalah puncak dari keimanan seorang muslim. Jika sholat melatih mental dan pikiran, puasa melatih fisik, zakat berkorban harta, maka haji melibatkan seluruhnya. Semoga kita segera mampu berhaji ke tanah suci… Amiiin..

Jaman Kita Dulu

Sesi Berita Aktual di sebuah lingkaran,

“Iiih…, jadi sebel deh sama akun ***, bener-bener nyudutin ***”

“Yah, kita liat aja. Ntar juga keliatan koq siapa di baliknya.”

Suatu siang di warung soto dan bakso,

“Waah.. Jaman dulu sinetronnya bagus-bagus yaaa..”

“Iya, ada Tersanjung, Janjiku, Noktah Merah Perkawinan, Abad 21, apa lagi tuh…”

Obrolan di sebuah kosan muslimah,

“Gue salut sama orang yang bikin novel by riset.”

“Iyaa.. keren tuh. Kalo kita yang biasa baca buku Afifah Afra, sekarang baca novel teenlit jadi cuma tinggal tiup doang..”

“Novel sekarang mesti ceritanya anak basket, cheers, anak orang kaya, orang miskin, pinter, dapet beasiswa, gitu-gitu..”

“Dulu pas SMA baca teenlit gitu pasti kita cekikikan, truz mem-visual-isasi-kannya dengan orang di sekitar kita”

“Dee sempat ngekos 6 bulan pas bikin Perahu Kertas. JK Rowling itu, sampe nginep di hotel kalo pas nulis Harry Potter. Kalo mau bikin novel, lu mesti fokus, Ne.”

Makin miris liat multimedia jaman sekarang. Gak berita, gak sastra, entah itu hiburan, lagu, film, atau bacaan, gak mendidik. Entah itu subjektif atau memang benar adanya, harus bisa menyaring informasi. Gak asal masuk. PR kita bikin media tandingan. Yuuuuk..

Salima, 18 Oktober 2012, 20:55

Kumat Lagi

Hari-hari berlalu dengan sangat cepat. Dulu, aku bisa menikmati tujuh hari penuh. Sekarang, yang kurasakan hanya empat hari kerja, jumat untuk menyelesaikan segala urusan untuk sabtu dan ahad, kemudian senin datang lagi. Welcome Monday!

Jika dulu aku bisa menghabiskan satu novel dalam satu hari, sekarang menyelesaikan dua novel dalam seminggu-pun rasanya sulit sekali. Berada di antara empat bidang yang berbeda terus terang cukup menyita tenaga dan pikiranku.

Tadi subuh aku terbangun dengan baik-baik saja. Tapi setelah berwudhu, aku merasakan sakit yang luar biasa di lambungku. Hingga tak bisa berdiri tegak untuk sholat subuh. Dengan setengah membungkuk kuselesaikan sholat dua rakaat di awal hari ini. Usai sholat, aku tilawah dengan posisi berbaring. Tak lama, aku tertidur menahan sakit. Lupa dengan tugas yang belum kukerjakan.

Tepat setengah tujuh, aku terbangun. Sesungguhnya aku ingin bolos saja, tapi mengingat aku sudah pernah bolos senin pagi di pekan ketiga karena tepar akibat begadang, yasudah, kupaksakan untuk bangkit bersiap. Pukul tujuh lebih sepuluh menit aku sudah standby di kelas. Hari ini dosennya baru. Lumayan asyik. Sebelum mulai mengajar, beliau memanggil mahasiswa satu per satu. Untung gak jadi bolos.

Jam delapan lewat lima belas menit. Aku mulai mual dan pusing. Maagku kumat lagi. Kali ini aku tidak duduk bersebelahan dengan Rika, jadi aku mengiriminya SMS.

Rik, abis ni jadi rapat pengabdian? Maag-ku kumat

Tak lama Rika membalas,

Aku belum tenang, soalnya belum ngerjain tugas swamed, Ne. Ntar abis kuliah aja.

Kunikmati sisa waktu kuliah etika dan perundang-undangan farmasi itu dengan menahan pusing. Kulirik sekotak susu stroberi di tasku. Sabar, sebentar lagi.

Maka, setelah dosenku menutup kuliah dan beranjak meninggalkan kelas, aku langsung meminum susu stroberi tersebut. Lumayan untuk menetralkan asam lambungku yang sudah berlebihan itu. Seperti biasa, banyak woro-woro usai kelas. Intinya 4 sks ke depan kosong. Alhamdulillah, aku jadi bisa istirahat.

Usai sesi pengumuman-pengumuman itu, aku segera melesat ke kantin. Membeli sebotol air mineral dan sepiring nasi sayur tempe nugget. Kuhabiskan sarapan tanpa sempat merasakannya. Asal ketelen deh.  Sepuluh menit kemudian, aku sudah berada di kamarku. Usai sholat dhuha, aku segera tidur untuk mengurangi nyeri. Aku kuliah farmasi, tapi tak suka minum obat.

Tepat tengah hari, aku terbangun. Segera sholat dzuhur dan mengerjakan tugas yang harus dikumpul jam satu. The power of kepepet deh pokoknya. Print.. print… eh, tinta printer habis… gila ini mah.. yasudah, ke fotokopian aja deh. Sori deh Bu Dosen, gue telat ya? Demi tugas nih.

Jam satu lewat lima belas menit, sedang ada presentasi tentang Muscle Joint Disorders oleh kelompok satu. Maagku sudah hilang. Tapi usai kuliah aku sudah lapar lagi. Hehe.. ayo, makan biar gak kumat lagi~

Salima, 15 Oktober 2012, 20:18

Ayo, Ne. Makan.. *teror teman yang tau kalo jam segini aku belum dinner :p