Lempuyangan-Balapan

Demi mengambil STNK yang terbawa ayahku dan mengantar foto wisuda yang diambil di studio dadakan yang sudah jadi, kamis sore aku ke Solo. Usai praktikum pengganti, pengenalan alat kesehatan di lab MFFM di unit III, aku segera menuju Lempuyangan.

Aku sampai di Lempuyangan sekitar pukul 15.35. Jadwal Prameks berikutnya 16.23. Tapi, setelah kucermati ternyata eh, ternyata, Prameks jam tersebut akan menuju Kutoarjo, sedangkan aku mau ke Balapan. Beda arah, bo! Maka terpaksa aku membeli tiket kereta Sriwedari pukul 17:51 yang harganya dua kali lipat. yasudah, daripada nunggu Prameks 3 jam lagi..

Maka 2 jam itu kuhabiskan dengan membaca novel yang kubawa. Pesanan adikku sesungguhnya. Dan begitulah kami, saling tukar baca novel. Topik obrolan kami terbatas tentang bacaan, keluarga dan kegiatan akademik, karena kami beda bidang, beda hobi dan beda komunitas.

Tak banyak yang kuamati selain menikmati hujan yang turun dengan menghabiskan hampir setengah dari novel tersebut. Padahal aku baru membelinya Rabu malam kemarin. Entah karena bahasanya yang mengalir, atau karena mood bacaku sedang bagus. Setelah sholat Maghrib, kereta yang ditunggu pun tiba. Waduh, full! Bakal lesehan nih! pikirku. Tapi Alhamdulillah, ada bapak-bapak yang mempersilahkanku duduk menggantikannya. Maka, aku bisa melanjutkan bacaku dengan tenang.

Sesampainya di Balapan, aku langsung menuju lobi depan untuk menunggu jemputan adikku. Gerimis masih menghujani Solo. Tak lama, adikku datang membawa jas hujan dan helm. Kami kemudian membeli mie ayam dan nasi goreng. Ayah-ibuku bukan tipe yang suka makan di luar. Mereka lebih suka beli bungkus dan makan di rumah.

Jum’at pagi, usai sholat Subuh, aku segera bersiap untuk menuju Jogja. Kuliah Manajemen Pemasaran Farmasi akan diadakan pukul 7 nanti. Salah satu mata kuliah favoritku yang tak akan kulewatkan jika tidak terpaksa. Dan perlu diingat bahwa dosennya sangat menghargai waktu. Maksimal terlambat 10 menit. Aku hanya berharap Prameks dengan jadwal pukul 05.30 gak ngaret. Sebagai alternatif, aku meng-SMS Rika untuk mengambilkan buku dan catatanku yang masih di Salima sebelum ia berangkat ke kampus.

Suasana Balapan di pagi hari


Sepanjang perjalanan, aku mengamati para penumpang. Kebanyakan adalah pekerja kantoran ataupun mahasiswa yang nglaju alias pergi pagi-pulang malam lintas kota-lintas provinsi. Ada yang terkantuk-kantuk, tidur, maupun mengobrol dengan asyik. Setelah menyelesaikan tilawahku, aku melanjutkan membaca Pride and Prejudice. Aku membawa novel itu ke Jogja lagi karena adikku belum selesai membaca Mansfield Park, novel Jane Austen yang lain, yang juga belum kuselesaikan karena lebih banyak deskripsi daripada dialog.

Ada banyak hikmah perjalanan jika mau memaknainya. Perjalanan panjang tak terasa jika dilewatkan dengan tidur, membaca, mengobrol atau menikmati perjalanan. Dan akan jadi panjang jika dihabiskan hanya untuk melamun. Padahal, salah satu waktu doa yang mustajab adalah ketika dalam perjalanan, dan waktu hujan. Yuk, manfaatkan perjalanan dengan kegiatan bermanfaat. Have a nice trip!

Salima, 24 November 2012, 07:28

1,5 jam sebelum ngerjain tugas kelompok

 

20-11-2012

Tanggal cantik katanya, satu hari dimana aku kembali jadi S1.  H-1 gladi resik yang diikuti puluhan teman sekelasku meliburkan 2/5 kuliah profesi hari itu. Hari-H libur-entah kapan akan ada kuliah pengganti, praktikum diganti kamis siang. H+1 lanjut kuliah full 7-5!

Momen wisuda, banyak yang menganggap sebagai sebuah momen sakral, tapi tak jarang juga yang menganggapnya hanya sekedar lalu, hingga merasa tak penting untuk diikuti.

Banyak persiapan yang dilakukan, entah dari hal finansial, maupun mental. Dari ujung jilbab sampai ujung sepatu. Beberapa hari sebelumnya, teman-teman sekelasku membicarakan tentang kostum yang akan dikenakan: kebaya, gamis, atau kaos saja.  Hingga beralih pada topik alas kaki yang dikenakan: high-heels atau widges. Mau make-up di salon mana, foto di studio mana, sampai ke ortu nginep di mana. Ribet.

Bagiku, sebagai anak farmasi, momen wisuda hanya sekedar formalitas penanda bahwa sudah selesai S1. Masih ada momen sumpahan apoteker. Persiapannya pasti bakal lebih ribet.

Dan, walau dapat pinjeman widges, aku tetap pakai flat-shoes, walau ada kebaya, aku pakai baju biasa saja, teman-teman pakai kain panjang, aku tampil dengan rok putih. Ketika teman-teman antri dari subuh di salon untuk di-make-up dan kreasi kerudung, aku dengan santai keluar kos seperti mau kuliah biasa, naik motor ke penginapan ortu.

Ada kelegaan luar biasa ketika melihat teman-teman, terutama kakak kelas dari fakultas lain, yang pernah seamanah, satu daerah, maupun yang pernah kenal, ada di forum tersebut. Sepanjang prosesi wisuda, aku hanya membayangkan kakak kelasku, teman seangkatanku dan adik kelasku yang harusnya di sini juga. Berharap mereka mengalami prosesi ini di periode selanjutnya. Sedih ketika teman terdekatku tak bisa hadir menyambutku keluar ruangan. Tapi aku maklum. Pasti ada uzur yang menyebabkan ia tak hadir.

Dibalik itu semua, aku bersyukur sudah melewati itu semua. Dari orang-orang terdekat, aku mendapat banyak ucapan selamat berupa bunga, kartu ucapan, lollipop, cupcake, susu stroberi dan banyak sms yang masuk. Tapi gak ada satu pun yang ngasih pocket camera atau DLSR.. ^^v

Salima, 24 November 2011, 06:23

Foto dengan teman se-fakultas

Foto pertama setelah keluar ruangan, baru ber-5 dari belasan yang harusnya ada di sini

Thanks to all… Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik dan lebih banyak.