[Book Review] A Simple Life

Judul Buku: A Simple Life (Hidup Sederhana)

Penulis: Desi Anwar

Tahun Terbit: 2014

Tebal Buku: 288 Halaman

Rating: 3,5/5*

 

Aku menemukan buku ini di tumpukan obralan Gramedia Warehouse Maguwoharjo Yogyakarta Oktober kemarin. Sementara buku ini masih terpajang manis di toko buku dengan harga normal, aku melihatnya di antara barisan obral harga Rp 10.000,- Gak tau harus senang atau sedih. Maka tanpa berpikir panjang aku mengambil 2 eks, satunya kuberikan teman.

Sebuah tantangan bagiku karena buku ini berbahasa Inggris. Versi bahasa bersampul kuning. Kedua versi bahasa bisa diakses dalam format e-book di Gramedia Digital.

Aku suka buku ini karena penulis menggunakan metode deskripsi. Bahasanya mengalir dan mengajak berdiskusi. Seperti judulnya, hal-hal sederhana yang terlewat dijabarkan dengan apik. Tiap tema diawali dengan foto dari berbagai negara. Wajar jika harganya lumayan mahal. Buku ini full colour!

Ada berbagai tema yang diangkat, tentang Leyeh-Leyeh (Enjoy a Lie-in), Berkebun (Gardening), Teh (Tea), dan puluhan tema yang kaya pengalaman.

Bagian yang menarik tentang Membuat Album (Keeping a Scrapbook) di halaman 44. Kak Desi bercerita tentang tetangganya yang memiliki kebiasaan unik; membuat album tentang kegiatan sehari-hari, tentang perkembangan anaknya sejak lahir sampai dewasa dan hal-hal menarik lainnya. Kak Desi kemudian mencobanya.

Aku sudah melakukan hal serupa sekitar setengah tahun ini dengan aktivitas journaling. Dan, ya. Aku setuju. Mengumpulkan kenangan masa sekarang akan menumbuhkan rasa senang di masa datang.

“Until now, looking at my scrapbooks still gives me a sense of pleasure and the memories even provide me with much laughter and nostalgia for a time that is long gone.” (Page 47)

Buku ini ku rekomendasikan sebagai bacaan ringan di sela kesibukan. Tidak harus membaca buku ini sampai selesai dalam sekali duduk. Baca saja 1-2 judul setiap hari dan temukan hal sederhana yang mengharukan.