[Book Review] Goodbye, Things

42851467Judul: Goodbye, Things; Hidup Minimalis Ala Orang Jepang (Bokutachini, Mou Mono wa Hitsuyou nai)
Penulis: Fumio Sasaki
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2018 (versi asli terbit 2015)
Tebal buku: 250 halaman
Rating: 3,7/5*

 

Halo~

Happy Friday, Minna-san!

Bulan ini aku lagi rajin baca buku nonfiksi. Tema pengembangan diri cukup menarik untuk dibaca sebagai selingan supaya gakΒ reading slump.

Pertama tau buku ini dari story @senjaandbooks. Seperti yang kalian tau aku mudah tergoda cover cakep. Ternyata adaptasi dari sampul asli.

Membaca ini semacam membaca buku tips menjadi minimalis. Sebelumnya aku sudah membaca tentang Metode Konmari dari Marie Kondo dan Seni Hidup Minimalis dari Francine Jay. Walaupun intinya sama, tapi buku ini menjadi panduan buat orang-orang yang ingin berproses menjadi minimalis.

Bagian awal berisi foto contoh ruangan milik orang-orang minimalis di Jepang. Dilanjutkan dengan deskripsi kenapa harus minimalis dan refleksi tentang kebiasaan mengumpulkan banyak barang.

Bagian tiga, 55 Kiat Berpisah dari barang dan 15 Kiat Tambahan. Bagian ini sukses membuatku tercengang karena banyak yang aku banget.

Bagian empat dan lima banyak membahas konsep bahagia dan hal-hal yang berubah sejak Fumio-sensei membuang barangnya. Buat yang gak suka deskripsi, mungkin membaca bagian awal dan akhir cukup membosankan. Bagian tiga bisa bikin kejang-kejang dan defense karena konsepnya jauh banget dari kebiasaan sehari-hari. Aku bacanya pelan-pelan supaya gak defense dan berusaha memahami bahwa Fumio-sensei juga dulu sama. Fumio-sensei butuh waktu 5 tahun untuk bisa menjadi minimalis.

Secara umum aku puas bisa selesai baca buku ini. Semacam dapat motivasi untuk “sayonara” dengan barang-barang. Bagiku proses berpisah dengan barang bukan hal mudah, dan aku gak tau apakah bisa menerapkan ke-55 tipsnya, tapi aku merekomendasikan buku ini untuk menambah pengalaman baca bagi yang ingin berubah menjadi lebih baik.

Aku ingat sebuah qoute, “Collect moments, not things”. Semakin sedikit barang, kita akan lebih fokus dengan hal-hal yang penting bagi kita. Di penghujung 2018 ini aku menyarankan kalian untuk membaca buku ini, Konmari atau Seni Hidup Minimalis supaya bisa memulai 2019 dengan konsep yang baru. Have a nice weekend. See you!

Kalasan, 21 Desember 2018

-ne