10 Cara Mengisi Waktu Liburan Akhir Tahun #DiRumahAja

Konnichiwa, Minna-san!


Long time no post ya. Awal bulan ini aku menyelesaikan orderan @darcycrate. Alhamdulillah responnya cukup baik. Gak sabar buat nyiapin item box#4 Maret 2021 nanti.


Liburan akhir tahun tentunya sangat menarik. Tapi ingat, liburan keluar kota memiliki resiko tertular covid-19. Nah, daripada bengong akhir tahun gak kemana-mana, aku punya list kegiatan #dirumahAja

Top 10 Books read in 2020

1. Membaca

Coba dicek buku yang belum dibaca ada berapa? Mungkin ini waktunya kalian menghabiskan 1-2 buku yang sudah tertimbun sebelum corona menyerang. Atau bisa juga cek update buku/komik terbaru di aplikasi baca digital.

2. Journaling

Reading List 2021

Hobi yang satu ini tampaknya sedang naik daun. Ngejurnal tidak sekedar menulis diary curhat, tapi bisa dikombinasi dengan membuat tabel perencanaan (planner) dan mencatat kebiasaan (habit tracker) lho. Ada banyak contohnya di instagram. Cari saja idenya menggunakan tagar #bujoideas #bujospread #planneraddict, dll.


3. Menonton film atau TV series

Di Netflix atau Disney+ hotstar ada banyak film dan TV series baru rilis Desember ini. Rebahan sambil nonton kenapa tidak?

4. Mewarnai adult coloring book

Pernah dengar tentang terapi warna? Nah, kegiatan mewarnai juga memiliki efek mengurangi stress lho~

5. Membuat kerajinan tangan (DIY)

Ada banyak tutorial origami, membuat pembatas buku atau kotak serbaguna di youtube. Seru juga lho manfaatkan barang-barang yang ada tanpa harus beli.

6. Berkebun

Pengen punya taman tapi lahan terbatas? Bisa coba hidroponik. Atau yang simpel, beli kaktus mini dalam pot. Benih bunga dan sayur juga banyak dijual di marketplace. Siapa tau berhasil kan bisa berhemat.

7. Mencoba resep masakan

Pengen makan enak tapi low budget? Coba cek cookpad atau yummy.idn. Ternyata masak itu gampang asal punya waktu luang.

8. Mewarnai pinggiran buku (paint edges)

Siapa yang sebel lihat buku menguning? Salah satu sifat kimiawi kertas adalah mudah teroksidasi. Tapi jangan khawatir, kamu bisa mengecat pinggiran buku dengan cat semprot atau cat poster. Tutorial bisa dicek di youtube. Bisa juga cek highlight story instagramku.

9. Menata rak buku

Oh, belum ada mood baca? Sesekali mengubah tatanan rak buku tidak ada salahnya. Siapa tau menemukan buku yang menarik.

10. Room decor/ Berbenah ruangan

Apakah kalian mulai merasa jenuh dan bosan dengan dekorasi rumah? Sekarang saatnya untuk mengganti dekorasi ruangan! Bisa dengan mengganti posisi barang, mengecat dinding atau menambah hiasan. Kalau kamar sudah penuh berarti saatnya untuk memilah barang.
Home decor

Kasih tau di kolom komentar nomer berapa saja yang mau kalian coba. Semoga waktu liburannya bermanfaat menjadi sarana refreshing setelah menjalani 2020 yang berat. Sebentar lagi 2021, mulai dari 0 lagi ya. Selamat menyambut tahun baru! 💙

Continue reading “10 Cara Mengisi Waktu Liburan Akhir Tahun #DiRumahAja”

Blessing in 2020

Hello, there!

Since my therapy would be finished in 4 days, aku mau cerita dari awal tentang proses terapinya. Aku yakin buat yang gak follow instagramku banyak yang gak tau kalo 6 bulan terakhir aku sakit.

Awalnya aku mulai ngerasa kurang fit sejak akhir 2019. Oktober-November itu emang lagi hectic persiapan akreditasi RS sih. Belum lagi kosan yang kurang kondusif. Secara fisik kosan agak lembab, ukuran kamar 3×3 m dan minim cahaya, jendela menghadap ke dalam dan ventilasi sempit. Belum lagi KM bersama, fasilitas cuci di luar dan bapak-ibu kos suka batuk gitu. Mereka ada riwayat penyakit jantung sih setauku. Temen kosan ada yang masih SMP dan berkebutuhan khusus gitu, jadi suka teriak-teriak, nyanyi sendiri dan ya lumayan ganggu anak-anak kosan. Jadi aku seringnya pulang kerja main dulu, ngemall, ke toko buku, makan di luar, dan baru pulang sekitar jam 8-9 gitu, pas adeknya udah tidur. Terus abis itu begadang. Gak nyaman banget sih sebenernya. Tapi waktu itu aku males pindahan karena barang banyak dan belum nemu kosan yang oke.

Akhir 2019, aku ketemu temen di seminar dan mbaknya nanyain kosku di mana. Kebetulan dia abis bikin kosan 2 lantai, 21 kamar gitu. Kubilang liat dulu deh. Kondisi kos punya mbaknya lebih luas, ukuran kamar 3×4 m, KM dalam, jendela gede menghadap timur. Secara pencahayaan dan sirkulasi udara baik. Tapi harganya 2x lipat kosku sebelumnya. Kupikir-pikir gak papa lah yang penting nyaman. Toh bisa mengurangi budget belanja buku. Lagian udah setahun kos di sana kan. Udah saatnya cari suasana baru.

Maka, akhir tahun aku habiskan untuk packing buat pindahan. Akhir januari aku pindah ke kosan baru. Aku juga rutin ikut senam setiap rabu sore dan jumat pagi di RS. Tapi yang bikin heran, bukannya tambah fit, aku malah tambah capek. Suka demam di pagi dan malam hari juga. Kupikir kecapekan aja kan. Minum paracetamol adalah jalan ninjaku.

Singkat cerita, akhir April aku demam, pusing, maag kambuh beberapa hari, lalu aku periksa ke poli umum, dikasih obat, belum sembuh juga, periksa lagi sampai 5x dalam 3 minggu. Kupikir gejala tipes, tapi hasil lab negatif thypoid. Akhirnya karena sudah demam 3 minggu, dokter jaga menyarankan untuk rontgen thorax, supaya tau kondisi paru. Apalagi masa pandemi ini gejala-gejala covid-19 terus direvisi.

Hasil rontgen menunjukkan bahwa ada efusi pleura dextral, atau cairan paru berlebih di rongga dada sebelah kanan. Abis itu langsung diambil darah untuk rapid test covid-19. Alhamdulillah negatif sih. Aku disuruh periksa dokter paru besoknya.

Nah, hasil pemeriksaan jum’at sore itu ternyata sampai di bagian K3RS dan sabtu pagi aku ditelpon untuk persiapan tindakan WSD (Water Seal Drainage). Maka aku langsung packing untuk rawat inap di RS. Tindakan WSD dilakukan di ruang isolasi UGD. Cukup tercengang karena terkumpul cairan hampir 1 liter. Sebagian cairan dibawa ke lab untuk cek patologi klinis, ada kemungkinan sel kanker atau apa. Yang kurasakan saat itu tentu saja shock berat. Dan lebih shock pas didiagnosa TB Ekstra paru pleuritis. Aku mendapatkan prednison 5 mg tappering off dari 3×3 tab sampai 1×1 tab selama 25 hari untuk mencegah infeksi lebih lanjut di membran pleura serta Obat Anti Tuberkulosa Fixed Dose Combination (OAT FDC) mulai 11 Mei 2020.

Aku rawat inap selama 2 malam di ruang isolasi TB (terpisah dari ruang isolasi covid-19) menggunakan fasilitas BPJS. Semua administrasi diurus bagian admisi RS, aku hanya mengumpul kartu BPJS dan KTP. Semua dipermudah sih ya. Aku hanya memberi tahu adek, dan belum memberitahu orang tua karena situasi pandemi tidak memungkinkan perjalanan Palembang-Jogja. Teman-teman farmasi dan teman-teman terdekat di Jogja. Bahkan teman kos tidak kuberitahu karena kebanyakan mahasiswa baru dari Papua-sulawesi dan belum terlalu kenal. Yang lainnya udah mudik karena kampus libur.

Setelah pulang dari RS, aku mendapat ijin 2 minggu sampai lebaran. Kalau kondisinya aku tidak sakit dan tidak ada pandemi, mungkin aku sudah mudik. Tapi ya mungkin ini saatnya untuk pemulihan dulu. Berbeda dengan TB Paru yang menular melalui udara yaitu dari droplet atau percikan dahak saat penderita batuk, bersin atau berbicara, TB ekstra paru tidak menular, kecuali jika mengalami komplikasi dengan TB paru juga.

Yang jelas dua minggu pertama itu sangat berat karena efek samping prednison dan OAT. Seharian aku hanya bisa rebahan karena pusing dan mual. Makan seringnya gofood. Gak kuat puasa. Aku puasa selang-seling biar gak banyak banget bolongnya. Pokoknya pengalaman ramadan tahun ini paling menyedihkan.

H-2 lebaran aku masak oseng sawi dan ebi. Eh, pas H-1 lebaran abis sahur malah mual-muntah pusing. Yaudah gak jadi puasa lah. Sekujur tubuh merah karena alergi. Sholat ied di kosan, lalu aku ke rumah mbah dan periksa ke UGD. Dikasih obat alergi dan aku beli caladine lotion. Hampir seminggu baru sembuh. Abis itu kapok lah beli makanan kering di warung.

Jadwal Minum Obat Anti Tuberkulosa (OAT)

Sebulan pertama terapi adalah perjuangan. Aku mencegah efek samping mual dengan minum lansoprazol dan vitamin B compleks. Kalo udah gak kuat banget dengan pusingnya aku minum pamol juga. Rasanya pengen nyerah aja. Gak jarang pagi-pagi nangis sambil minum OAT. Tapi ya namanya musibah kan kita gak bisa pilih-pilih, terserah Allah dong mau ngasih ujian apa.

Aku juga konsultasi dengan temanku yang ahli gizi terkait asupan makanan. Aku harus diet tinggi kalori tinggi protein (TKTP). Praktis dalam 6 bulan terakhir pengeluaran terkait makanan melonjak drastis. Mei-Juni bisa dibilang puasa beli buku karena emang gak sempat baca. Timbunan banyak, manalah kepikir beli buku baru. Tapi pas udah new normal bulan Juli, akhirnya kalap di gramed sale sampe 20an buku, Agustus BBB, September beli 10 di togamas dan preloved teman dan ngabisin hasil unhaul buku di BBW oktober.

Yah, paling tidak sudah berakhir. Semoga kedepannya aktivitas tidak akan terkendala fisik lagi. Jujur saja mual muntah pusing dan urin berwarna orens kemerahan tiap senin, rabu, jum’at empat bulan terakhir bikin gak konsen kerjanya. Konten di instagram juga makin random karena kalo aku cuma fokus bikin konten buku gak bakal kekejar. Speed baca bubar jalan. Baru baca dikit pusing, buku sedih dikit bikin mood anjlok. Ternyata memang acceptance adalah koentji biar gak depresi.

Kemarin ibuku nelpon dan bilang, “padahal kerja di rumah sakit tapi malah gak jaga kesehatan. Kalo sakit kan tanggung sendiri”. Tentu saja kubantah karena mau sehat kayak apapun gaya hidup seseorang kalo emang takdirnya sakit ya sakit aja. Apalagi kasusku kan infeksi bakteri ya. Beberapa waktu lalu teman seangkatanku meninggal karena serangan jantung, umurnya baru 31 atau 32 tahun, pas seniorku bilang, “masih muda koq jantungan”, ya kubilang bahwa ajal gak liat umur.

Nah kan jadi sedih. Intinya yang mau kubilang di postingan ini bahwa jangan sia-siakan kesehatan kalian. Kalo ada gejala-gejala ringan jangan diabaikan. Pusing, demam, batuk, flu, dll itu alarm biar kita istirahat. Segera periksa ke dokter sebelum terlambat.

Enam bulan ini aku belajar tentang don’t force yourself. Aku merasa membaca itu privilege makanya aku gak peduli dengan tawaran kerjasama review yang makin berkurang, bahkan kalo ada pun tidak jarang kutolak. Aku bodo amat dengan tuntutan bookstagram harus posting konten buku terus. Karena ya mana mungkin aku bisa bikin konten buku dengan kondisiku yang harus banyak istirahat?

Kenapa aku gak hiatus sekalian? Jujur saja aku mendapat banyak hiburan dari teman-teman di instagram. Aku gak tau gimana caranya bisa melewati 6 bulan ini jika tidak aktif di bookstagram. Dan hei, justru dengan sibuk aku semacam lupa bahwa sebenarnya aku lagi sakit. Thank you for all supports. Baik langsung maupun gak langsung. Kadang nemu meme di IG story aja udah seneng aku tu.

Wow, ternyata udah hampir tiga halaman dan udah lewat seribu kata. Haha. Pokoknya buat yang udah menyempatkan baca terimakasih banyak. Aku harap kalian semua sehat lahir batin ya. Tetap support orang-orang sekitar kalian. Jangan bookshaming, jangan nyinyir sama penimbun buku, karena kebahagiaan orang beda-beda. Tiap orang punya capaian masing-masing dan jangan mengukur seseorang dari kacamata kita. Tetap berpikir positif. Have a nice Monday!

Hi, May!

Kapan?

Mei..

Maybe yes,

Maybe no..

Masih inget iklan itu?

Hehe.. jaman kapan?

Alhamdulilah, Rajab sudah hampir berakhir. Sya’ban segera menjelang. Ramadhan sebentar lagi!

Aktivitas sebagai Apoteker semakin banyak, orderan wrapping dari orang terdekat mengisi waktu luang. Beberapa bulan terakhir, aku terlibat dalam beberapa komunitas serupa; baca, diskusi, tulis. Lelah? Yah, sedikit. Tapi, paling tidak setiap detik yang berlalu tidak berakhir sia-sia.

Mei ini akan banyak event bahagia dari rekan-rekan, 4 undangan Pejuang07 di hari yang sama (15-16 Mei), 1 undangan dari sahabat di Forsat07 JS (17 Mei), wisuda sarjana pejuang (19 Mei). Dan insyaallah beberapa kabar lainnya.

Adhiyyat sedang opname, insyaallah segera berpindah tangan. 😦 Belajar ikhlas, semoga bahagia dengan owner yang baru 🙂

Asyaro semakin jarang dipake, biasanya untuk nelpon atau nyetel radio doang ^^v

Sony semakin overload, sampe pernah ngehang gara-gara kartu As dituker dengan yang XL, akhirnya direset n install ulang program favorit. Kebanyakan foto sampe stress dianya. Hoho.

Ah, ya, kemarin Ahad (10/5) abis kondangan di Kalasan, aku buka stand bareng Filla’s Craft dan Ken Fabric Painting di Etnika Fest Pasar Ngasem. Lumayan buat piknik.

DSC_0005DSC_0009

DSC_0008

Ya gini kalo anak para Psikolog ketemu Apoteker:
PhotoGrid_1431276849185

Bukannya rame marketing, malah sibuk piknik. Haha..

Apapun, semoga kesibukan berhari-hari kedepan tidak mengurangi fokus persiapan Ramadhan. Happy Reading!

Salima, 13 Mei 2015, 00:24

Hello, Desember!

Halo~

Udah Desember ya ternyata.  Udah lama nggak update blog. Iya, seringnya upload foto di instagram nih. Ngetweet juga udah jarang. Apalagi facebookan. Alhamdulillah, I’m fine.

Apa ya?

Banyak hal bahagia selama berapa bulan terakhir.

Abang nikah sama akhwat betawi asli.

C360_2014-10-12-14-16-11-958

Nikahan Room-mate KKN Minggir 2011DSC_0031 Wisuda S2 Bendum KMMF 1430 HIMG-20141023-WA0003

Jadi Tour guide akhwat Malang, temen SMA-nya temen.IMG_20141115_152733Ikut Winter Exhibition EdUKindo

IMG-20141116-WA0011

Sohib ada yang wisuda. Syukuran Pejuang07.

IMG-20141118-WA0015

PhotoGrid_1416546443064

Tapi, tapi si Adhiyyat berulah lagi. Macet 2x di tengah hujan. Pertama, balik dari RS aku harus nuntun dia dari depan hutan biologi sampe perempatan MM UGM. Kedua, mau berangkat ke RS harus nuntun dari JIH ke UPN. Duh. Mader..

Akhirnya Sabtu Hud-Hud dikirim dan Rabu pekan lalu dia nyampe Jogja. Maaf ya, Adhiyyat. Sekarang harus rehat di pojokan garasi Salima sampe ada yang mau jadi sohib barumu.

Jadwal Desember ini Full.

Outbond karyawan RSIY, insyaallah tanggal 13, 20 dan 27. Aku sih kebagian tanggal 20.

Undangan walimahan estafet.

13 di Surabaya –> Dipta JS dg akhwat surabaya –> bakal jadi ajang reuni anak JS

18 di Temanggung –> Shiva 08 – Jupri 08 –> bakal jadi ajang reuni sahabat 8

20 di Jakarta –> Kak Yuki – Dimas  –> ajang reuni pejuang07

21 di Jogja  –> unduh mantu dr. Yovan

25 di Bekasi –> Fika dg ikhwan UI

28 di Jogja –> Alwi – Okta –> Yeah, reuni KMMF ini. tiap tahun PH KMMF nikah. Lutfi 2011, Lely 2012, Indah 2013, Alwi 2014. Aku, Ria, Hani dan Muslim insyaallah segera menyusul, mungkin 2015. #wish

 

Maaf ya, nggak bisa hadir di semua event bahagia kalian. Insyaallah ada event lain di masa depan. Bukannya nggak mau prioritasin, tapi 30 des – 3 januari udah diagendain ke Cikarang dan Serang. Kumpul keluarga. Jadi energinya difokusin ke situ.

 

Sampai jumpa dalam keadaan yang lebih baik. Insyaallah.

Salima, 9 Desember 2014, 05:57

 

Rajab Tahun ini

Dimulai dengan Rihlah lintas generasi.

Yon's11860

Dan disudahi dengan reuni sahabat yang lama tak bersua.

#Lukman_Lani
#Lukman_Lani

Tapi di antara itu, aku diberi kesempatan menjadi pasien di rumah sakit tempatku bekerja. Hehe..

Ya, Maagku kumat parah kali ini.

Ahad (18/5)

Setelah beberapa hari begadang dan hutang tidur, hari ahad harusnya bisa jadi waktu untuk istirahat. Tapi tidak. Aku harus membeli snack untuk sebuah acara. Dan menghadiri syukuran seorang teman. Guess what? Aku tak sempat sarapan. Sorenya ada agenda rutin pekanan sampai menjelang Isya’. Rumah sensei lumayan jauh dan aku baru sampai di Salima jam 8 malam. Then, telat dinner juga.

Senin (19/5)

Aku masuk pagi, jaga UGD seperti biasa. Sarapan sudah. Makan siang nggak telat. Dalam perjalanan pulang aku agak mual dan seperti masuk angin. Aneh. Ini kan siang, koq bisa? Maka aku mampir ke sebuah warung dan membeli makanan untuk mengganjal perutku sembari menunggu yang piket masak melaksanakan tugasnya.

Sesampainya di Salima, aku makan dengan tenang. Habis makan ngantuk. Baru jam 4. Sebenarnya si nggak bagus ya tidur habis ashar. Tapi berhubung aku punya hutang tidur, baiknya dibayar aja. Hehe..

Tepat waktu azan, aku terbangun. Perutku terasa tak enak. Rasanya penuh dan mual. Entah berapa kali aku bolak-balik ke belakang. Bukan diare, tapi muntah-muntah. Kakiku lemas dan kepalaku pusing. Separah-parahnya maagku kumat, nggak pernah kayak gini.

Mbak Ratu yang sedang terapi radang usus mengusulkan minum brotowali. Dengan berat hati aku mencobanya. Ternyata efek brotowali membuatku muntah-muntah lagi. Setelah minum madu, perutku mulai nyaman. Tapi ternyata tak berlangsung lama. Perutku kembali berkontraksi. Sepanjang malam aku tak bisa tidur. Bahkan untuk meluruskan punggung. Maka aku memejamkan mata dalam posisi duduk.

Selasa (20/5)

Usai sholat subuh, aku mencoba minum susu jahe. Lumayan tidak mual lagi, tapi sakit perutnya masih teras. Mbak Ratu mencoba mengubungi tempat bekam langganannya. Aku ijin kerja ke koordinator unit farmasi.

Tepat pukul 8, kami tiba di tempat bekam di sekitar Condong Catur. Karena belum pernah dibekam, aku dipijat dulu supaya kondisiku stabil. Tensiku rendah. Ibunya memberi banyak saran tentang makanan apa saja yang boleh dan tidak. Aku harus minum madu 3 kali sehari.

Setelah hampir 2 jam di sana, kami pulang. Setelah minum madu, aku tertidur sampai dzuhur. Bangun untuk sholat, minum madu lagi, lalu makan nasi yang dilumatkan. Aku tidak suka bubur. Kemudian tidur lagi. Bangun ashar, sholat dan kupikir keadaanku mulai membaik. Aku berencana ngedate dengan Nurul.

Ternyata malamnya tak jauh beda dengan malam sebelumnya. Maka Nurul datang ke Salima. Akhirnya kuputuskan jika pagi belum membaik, aku akan periksa di UGD.

Rabu (21/5)

Akhirnya ke UGD. Setelah diinjeksi Ranitidine, perutku masi sakit. Tiba-tiba pinggangku juga nyeri. dr. Yosy menyarankan untuk cek lab, darah dan urine. Hasil lab darah relatif normal, sedangkan di urine ada bakteri. Diagnosa awal ISK. Aku diberi Cyprofloxacin (Antibiotik) dan Mucogard (sucralfat- obat maag dengan mekanisme melapisi mukosa lambung), serta obat nyeri perut Gitas Plus(kombinasi Hyoscine N-butylbromide dan parasetamol). Sebelum pulang, aku mampir di farmasi sampai nyerinya agak berkurang. Oiya, aku ke RSIY diantar pake motor. Hehe..

Sesampainya di Salima, aku makan pisang, kemudian nasi (yang dilumatkan), kemudian minum obat. Seperti yang sudah ditebak, aku muntah. LAGI. Setelah dzuhur, akhirnya aku bisa tertidur.

Menjelang maghrib, Dian datang membawa oleh-oleh. Tak lama kemudian ada Intan, dan menjelang isya’, Desy dan Vhe datang. Mereka memaksaku makan bubur. Sekitar jam 8 mereka pamit, tapi kemudian perut dan pinggangku sakit. Tanpa banyak mikir, mereka menelpon taksi. Dan aku akhirnya diangkut ke UGD. Lagi.

Nurul menyusul ke RSIY. Dia mengabari Eza tentang kondisiku. Eza menelpon ibu. Itu sudah lewat jam 9 malam. Perawat langsung memberiku injeksi Ketorolac dan Scopamin. Karena masih nyeri, injeksi Ketorolac dicampur ke dalam infus Ringer Laktat. Ooo, jadi gini rasanya diinfus..

Aku segera dipindahkan ke bangsal perawatan di gedung induk. Vhe, Desy, Nurul dan Suci pulang, sedangkan Hanifah menemaniku. Padahal besok dia ujian. Perawat memberiku kompres panas untuk mengurangi nyeri.

Hampir pukul 11 malam, dr. Titie visit. “Besok di USG aja ya.” Kata beliau. “Eh, kayaknya sering liat deh..” Lalu kujawab, “Saya di Farmasi dok..”

Kamis (22/5)

Belum setengah enam ketika Nurul muncul. Hani harus pulang untuk mempersiapkan ujiannya. Sarapan bubur hanya bisa masuk 2 sendok. Perawat datang mengganti infus RL dan memasukkan Ketorolac melalui threeway. Nyerinya sudah jauh berkurang.

Setengah 8, waktu pergantian shift, 3 orang rekan farmasi yang jaga malam dan jaga pagi datang. Om Sam datang sekitar pukul 8. Tak lama kemudian Eza dan Om Evan datang. Sensei, dan beberapa teman bergantian datang. Termasuk koordinator unit Farmasi. Duh, pastinya susah nyari personil tambahan karena kurang personil.

Setelah dzuhur aku baru bisa istirahat. dr. Rizq dan dr. Emy datang mewakili RSIY. Ya, beliau di bagian manajer medis. Padahal, aku termasuk karyawan baru. Seperti yang sudah kutebak, lagi-lagi rombongan farmasi maen. Kali ini yang shift siang. Sssttt.. Jam besuk nggak berlaku bagi karyawan.

Sorenya, ketika Pejuang07 besuk, perawat menjemputku untuk USG.

Ternyata ada sedikit radang di ginjal kiri. Dan aku harus banyak minum.

Sekitar pukul 5, dr. Noor Asiqoh, Sp PD. visit. Beliau dokter yang beberapa bulan lalu menikah dengan dr. Ngatwanto, Sp. P. Dokter paru favorit para pasien dan medrep.

dr. Noor menyampaikan diagnosisku: Dyspepsia Cystitis- gangguan pencernaan dan radang ginjal. Kata beliau aku sudah bisa pulang, tapi harus bedrest minimal 3 hari. Sukralfat dan Cypro-nya dilanjutkan, dan ditambah Ranitidine dan Ketorolac oral untuk jaga-jaga kalo nyeri. Aku tidak boleh minum kopi, makan pedas, santan, asam dan mie. Oow,.. Minum harus 2 liter, dan ngemil tiap 4 jam.. Oke. Fine.

Karena sudah hampir maghrib, Eza memutuskan untuk pulang besok pagi saja. Senyaman-nyamannya di RS, menurutku lebih nyaman di kosan. Apalagi aku di bangsal kelas II yang berbagi dengan 3 orang lain, yang ternyata bapak-bapak. Tentu aku semakin tak nyaman.

Jum’at (23/5)

Akhirnya bisa pulang. Ternyata oleh-olehnya banyak.

Logistik
Logistik

Dan yah, aku harus banyak minum air putih. 2 liter = 1 botol 1,5 L + 2,5 gelas 200 ml= 3 botol 600 ml + 1 gelas 200 ml = 10 gelas 200 ml.

Jadi, di tengah sibuknya bulan Mei, Allah memberiku banyak waktu untuk liburan. Padahal akhir Mei juga banyak tanggal merah kan?

Ya, disyukuri. Sekali-sekali jadi pasien. Setelah ini, jadi punya rem kalo mau makan pedes (jangan over), puasa makan mie (huhuhu), kurangi asem, no coffee, no santen, jangan begadang, banyak minum. Sehat itu enak. Sakit itu ribet. Udah mau Ramadhan, jangan sampe ngedrop lagi.

ramadhan.jpg

Salima, 10 Juni 2014, 12:52