Hello, Desember!

Halo~

Udah Desember ya ternyata.  Udah lama nggak update blog. Iya, seringnya upload foto di instagram nih. Ngetweet juga udah jarang. Apalagi facebookan. Alhamdulillah, I’m fine.

Apa ya?

Banyak hal bahagia selama berapa bulan terakhir.

Abang nikah sama akhwat betawi asli.

C360_2014-10-12-14-16-11-958

Nikahan Room-mate KKN Minggir 2011DSC_0031 Wisuda S2 Bendum KMMF 1430 HIMG-20141023-WA0003

Jadi Tour guide akhwat Malang, temen SMA-nya temen.IMG_20141115_152733Ikut Winter Exhibition EdUKindo

IMG-20141116-WA0011

Sohib ada yang wisuda. Syukuran Pejuang07.

IMG-20141118-WA0015

PhotoGrid_1416546443064

Tapi, tapi si Adhiyyat berulah lagi. Macet 2x di tengah hujan. Pertama, balik dari RS aku harus nuntun dia dari depan hutan biologi sampe perempatan MM UGM. Kedua, mau berangkat ke RS harus nuntun dari JIH ke UPN. Duh. Mader..

Akhirnya Sabtu Hud-Hud dikirim dan Rabu pekan lalu dia nyampe Jogja. Maaf ya, Adhiyyat. Sekarang harus rehat di pojokan garasi Salima sampe ada yang mau jadi sohib barumu.

Jadwal Desember ini Full.

Outbond karyawan RSIY, insyaallah tanggal 13, 20 dan 27. Aku sih kebagian tanggal 20.

Undangan walimahan estafet.

13 di Surabaya –> Dipta JS dg akhwat surabaya –> bakal jadi ajang reuni anak JS

18 di Temanggung –> Shiva 08 – Jupri 08 –> bakal jadi ajang reuni sahabat 8

20 di Jakarta –> Kak Yuki – Dimas  –> ajang reuni pejuang07

21 di Jogja  –> unduh mantu dr. Yovan

25 di Bekasi –> Fika dg ikhwan UI

28 di Jogja –> Alwi – Okta –> Yeah, reuni KMMF ini. tiap tahun PH KMMF nikah. Lutfi 2011, Lely 2012, Indah 2013, Alwi 2014. Aku, Ria, Hani dan Muslim insyaallah segera menyusul, mungkin 2015. #wish

 

Maaf ya, nggak bisa hadir di semua event bahagia kalian. Insyaallah ada event lain di masa depan. Bukannya nggak mau prioritasin, tapi 30 des – 3 januari udah diagendain ke Cikarang dan Serang. Kumpul keluarga. Jadi energinya difokusin ke situ.

 

Sampai jumpa dalam keadaan yang lebih baik. Insyaallah.

Salima, 9 Desember 2014, 05:57

 

Time is running out, then..

11 Januari 2014,

Mbah Putri pergi bertemu Rabb-nya, menjejak kisah sedih di hari sabtu. Aku langsung melajukan Adhiyyat ke Polan, meminta izin kepada koordinator untuk tidak masuk siang itu. Eza pun langsung menyusul dari Solo. Ayahku, ibuku, bulek dan oom langsung mencari tiket travel dan pesawat, demi bertemu fisik dengan Mbah Putri untuk terakhir kali.

12 Januari 2014,

Kami sekeluarga mengantar Mbah ke rumah masa depannya bersama ratusan tetangga dan keluarga jauh yang sebelumnya tak kukenal. Beberapa teman terdekat datang takziyah.

Yon's11140

13 Januari 2014,

Aku dipanggil bagian SDM untuk tanda tangan kontrak untuk satu tahun ke depan. Yah, bismillah deh, apa yang ada di depan mata dijalani dulu saja. Belum ada panggilan dari yang lain, yasudahlah, namanya juga fresh graduate. Rejeki nggak kemana.

14 Januari 2014,

Mungkin ini cara Allah untuk mengumpulkan kami semua. Ayahku yang cuma 5 bersaudara, jarang banget kumpul dengan adik-adiknya.  Om Sam sekeluarga yang nemenin simbah di Polan. Istri dan anak almarhum Om Marwan tinggal di Semarang. Bulek Rida di Surabaya. Paling ya Ayah Ibu kadang nginep di rumah Bulek Mul kalo pas ke Palembang.

??????????

16 Januari 2014,

Setelah tiga harian simbah malam Rabu, Ayah, ibu, bulek dan oom balik ke Palembang hari Kamisnya.

IMG-20140116-WA0004

27 Januari 2014,

Alhamdulillah, dapat gaji pertama sebagai karyawan kontrak di RSIY. Walaupun belum standar apoteker, tapi rasanya lega. Paling nggak sudah beda status, jadi sementara nggak perlu gelindingan nggak jelas lagi.

1 Februari 2014,

Awal umur 24, semacam ada kelegaan sudah menjalani hari-hari berat selama berusia 23 tahun. Tapi ada rasa khawatir menjalani umur 24 tahun yang mungkin akan lebih berat lagi.

6 Februari 2014,

Alhamdulillah, gajian lagi. Hehe.. gajiannya 2 tahap. Tanggal 27 gaji pokok dan tunjangan profesi. Tanggal 6 Jasa Pelayanan, lembur dan lain-lain. Alhamdulillah, aku kebagian reward akhir tahun 2013 dan bonus kedisiplinan ketepatan waktu hadir. Aku mendapat tambahan hampir sejumlah gaji selama seminggu sebagai freelancer. Seperti mimpi, dapat gaji hampir sama dengan kiriman ortu selama kuliah di gaji pertama.

9 Februari 2014,

Usai menghadiri walimah Mbak Cici dan Bayu-Tari, aku berencana mampir ke Polan. Tapi hujan deras meluruhkan niatku. Sangat tidak nyaman untuk mampir ketika basah kuyup. Aku mencatat satu kewajiban setelah ini yaitu menjalin silaturahim dengan keluarga ayahku. Sesuatu yang jarang kulaksanakan selama kuliah. Padahal silaturahim adalah salah satu pintu rejeki, kan?

Camera 360 bayutari 090214

10 Februari 2014,

Ada wacana kenaikan gaji karyawan. Alhamdulillah.. Semoga segera terealisasi.

“Bejomu Mbak Nea. Teken kontraknya waktu sebelum bagi-bagi bonus tahunan, ni mau naik gaji…”, ujar senior di farmasi dalam bahasa jawa ngoko.

Yakin.. Yakin.. Rejeki Allah yang ngatur..

11 Februari 2014,

Entah kapan akan bertemu titik terang. Benar bahwa manusia itu tidak pernah mengenal kata cukup. Ketika sudah mencapai satu tahap, akan muncul keinginan lain. Aku tidak pernah membayangkan akan mengambil jalur sesuai bidang kuliahku. Aku selalu enjoy dengan dunia literasi dan kreasi tapi belum berani untuk fulltime di sana. I  feel that everything is so blur right now. So, I just let it flow.. Enjoy 50:50.

Dan kemudian Muhammad ayat 7 berputar di kepalaku..

Salima, 11 Februari 2014, 23:06

Mutiara Terjalin

Masa transisi adalah masa yang rentan. Waktu libur antar semester seperti ini ada yang mudik atau Kerja Praktek (KP) di luar kota. Tapi ada juga yang stay di Jogja sampai semester baru tiba. Siang ini, kami berencana untuk rihlah lingkaran. Dari 10 orang, yang jelas tak bisa hanya satu karena ia masih mudik. Karena esok senin ada 2 orang yang berangkat KP di luar Jogja untuk 1 bulan, dan ada beberapa yang mudik. Berarti ini adalah liqo’ terakhir mereka. Sedangkan aku, insyaallah Februari PKPA di Jakarta. Kata Sensei-ku sekalian aja dibubarin. Yang masi stay di Jogja tetap dihandle sampai rolling akhir Januari.

Maka kami sepakat bahwa ini akan menjadi liqo’ wada.

Sekitar jam 9 pagi, ada sebuah SMS:

D: Mbak, aku ijin ra melu liqo’. Ada saudara yang ninggal

Me: Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.. Siapa D? Takziyahnya di mana?

D: Saudara jauh. Menantu adik mbahku.

Me: Takziyahnya di mana?

D: kampung sebelah.

Aku pernah mengalami kasus serupa. Karena yang ninggal adalah keluarga jauh, maka temanku tidak berkenan kami datangi.

Pukul 12, ada SMS lagi.

T: mbak, afwan, saya semalam begadang. Ini pusing banget nggak enak badan. Ijin ya mbak. Padahal hari ini jalan2 kan? Tapi saya nggak bisa ikut.

Mahasiswa mana sih yang nggak begadang demi tugas kejar deadline? Yasudahlah.

Setelah dzuhur aku berangkat ke tempat ngumpul. Baru ada satu orang. Sebut saja W. Tak berapa lama kemudian R dan M datang. Sudah setengah 2 ketika F dan I baru muncul. Lalu peserta terakhir yaitu L dan H. Yak, lengkap, 7 hadir, 3 izin. Sementara jam tanganku sudah menunjukkan pukul 2.

Tiba-tiba ketika kami mau berangkat ke TKP, si W ijin pulang duluan. Mau daftar les bahasa Inggis. Hari ini terakhir jam 3. Si L juga ijin mau ke kampus bentar ngumpul berkas KP. Tadi akademik tutup, katanya jam 2 buka. Yaelah, kenapa si ini anak-anak gampang banget ijin? Astaghfirullah…

Oke, akhirnya kami berangkat berenam doang.

Tiket masuk Monjali Rp 7.500. Tentunya taman pelangi lebih bagus kalo malem. Kami berenam langsung masuk museum. Baru 2 ruangan, si I nanya, “Mbak, ntar ada ngelingkarnya nggak?”

“Iya,” jawabku.

“Gimana kalo ngelingkar dulu, Mbak? Saya abis Ashar ada agenda.”

Haaah? Aku cuma bisa tercengang. Kutahan diri untuk tidak membentaknya, Gile lu, kite baru nyampe nih, segitu pentingnya acara lu daripada liqo’ ini?

“Yaudah, yuk, keluar dulu. Ntar abis ashar yang mau muter monggo, yang ada agenda pulang duluan aja.”

Maka kami berenam keluar dan mencari tempat yang enak untuk liqo’ seperti biasa: iftitah, tasmi’, kultum, materi, khotimah. Karena sudah ashar, yaudah, bubar deh. 3 orang pamit duluan. Yang 2 hanya bisa terpaku di kursinya.

“Kukira kita bakal sampe malem di sini,” gumam F.

“Yah, aku juga pengennya gitu, F.”

“H, kamu abis ni ada acara nggak?”

“Nggak koq, aku free.”

“Sip. Kita sampe malem yuk. Gila aja, kita udah bayar tuju setengah meeeen… Masa cuma bentar doang?”

“Iya, bisa buat sekali makan!” sahut H.

“Mbak Ne ada acara?”

“Nggak ada, cuma janjian ketemu orang jam 5. Pokoknya kalo dia SMS baru kusamperin.”

“Yes. Berarti kita muter ya, Mbak?”

“Oke.”

Tak lama kemudian, L muncul.

“Yaaaah.. Koq udah bubar sih? Maaf ya, Mbak, akademiknya baru buka setengah 3”

“Pada punya acara L. Yaudah si. Abis ni ada acara nggak? Kita mau keliling.”

“Nggak ada koq, Mbak.”

Abis sholat ashar di mushola Al-Jariyah yang berukuran 3 m x 3 m, kami makan di warung sebelahnya. Lalu, kami berjalan mengelilingi monumen museum. Tiap nemu objek bagus, kami berhenti. Nggak sia-sia aku pinjam pocket camera teman.

Jam 5 lebih, ada SMS masuk. Temanku dalam perjalanan menuju tempat janjian. Yasudah. Kami pun segera menyudahi perjalanan sore ini. Entah kapan bertemu mereka lagi. Jika di dunia, semoga kami bertemu dalam keadaan yang lebih baik. Terlebih dari itu, semoga kami bertemu lagi di Jannah-Nya kelak. Amiiin..

Salima, 18 Januari 2013, 21:53

SAM_0078

SAM_0115SAM_0085

Suksesi Berkedok Rihlah

Sabtu, 12 Januari 2013,

 

Me: Hen, udah rame? Yang konfirm bisa siapa aja?

Henny: Aku masih beli makan, Mbak. Jadi nggak semangat nih, yang dateng itu-itu aja.

 

Hari itu kami mengagendakan untuk rihlah BIMO FORSALAMM. Dari 24 orang, tak sampai 50% yang hadir. Kami rihlah ke Kebun Buah, Mangunan, Imogiri, Bantul. Janjian kumpul jam 8, baru berangkat setengah 11. Imogiri merupakan wilayah Bantul paling timur yang berbatasan dengan Gunung Kidul. Tak heran jika jalannya naik-turun. Kami tiba di lokasi tepat ketika azan Dzuhur berkumandang. Tiket masuk hanya Rp 5.000 per orang. Setelah sholat, kami mencari spot untuk makan siang.

Berbagai pohon buah ada di sana. Karena sedang musim rambutan, kami dikasih rambutan gratisan. Kata bapaknya buat nyicip. Kalo mau bawa pulang harus beli. Bapaknya menyarankan kami naik ke “puncak”. Yasudah, kami mengambil motor untuk ke atas.

Sesampainya di puncak, kami disambut pemandangan luar biasa. Seperti lukisan. Subhanallah.. Itulah mengapa ada rihlah. Supaya kita bisa tafakur alam.

 Yon's8047 Yon's8044

Setelah makan siang di saung, agenda utama pun berlangsung. Masing-masing PH menyampaikan evaluasi dan rekomendasi untuk BIMO ke depan disertai masukan dan pertanyaan dari para staf. Karena sudah Ashar, acara dipending. Kami pun turun untuk sholat Ashar.

Abis ashar, suksesi berlanjut. Ketua BIMO menyampaikan LPJnya. Setelah itu pemilihan Dewan Formatur. Disepakati DF terdiri dari 3 orang. Ketua BIMO tidak ditentukan ketika suksesi, tapi ditunjuk langsung oleh ketua FORSALAMM. Tepat pukul 5, acara berakhir.

bimo2012

Esok sorenya, ada SMS dari seorang PH.

Meski telat, meski sudah lewat, terimakasih kepada panitia dan peserta rihlah/suksesi bimo 2012. Kemarin adalah suksesi paling menyenangkan sepanjang sejarah berada di lembaga. Semoga dibalas allah dengan kebun buah di syurga dan kita bisa berkumpul kembali :’)

*kesan terakhir sebelum meninggalkan bimo 🙂

Received: 16:23:09 13-01-2013

 

Yah, biasanya memang suksesi dilaksanakan di dalam ruangan. Tapi beberapa suksesi juga di alam terbuka. Sudah lamaaaa sekali pengen ada rihlah bimo, tapi banyak hal yang menyebabkan diundur. Masi ingat tulisanku yang ini? Banyak pasang-surut selama beberapa bulan terakhir.

Aku masuk bimo di tengah skripsi yang mengharu biru, beruntung aku punya partner dan teman-teman yang selalu menyemangati. Ketika aku berhasil mengejar pendaftaran program profesi apoteker di bulan September, stafku satu-satunya begitu semangat meng-handle berbagai program HRD. Afwan ya nggak bisa optimal di bimo. Aku banyak belajar dari kalian. Orang-orang yang berhati besar. Semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan sebaik-baiknya balasan.

 

Lempuyangan-Balapan

Kamis, 10 Januari 2013

Pagi itu aku berjanji untuk mengantar R ke Lempuyangan. Katanya setengah 7 berangkat dari kos karena tiket keretanya jam setengah 8. Harusnya rombongan yang nganter ada 4 orang, tapi ternyata yang 1 ada rapat pagi dan 1-nya sedang beres-beres karena sudah seminggu beliau di luar kota. Maka, jadilah aku dan si D yang mengantar R.

R: Ne, ada payung lipet nggak?

Me: Nggak ada, R. Pripun?

R: ooo yaudah, aku mau beli, takutnya di indomaret nggak ada.

 

Sesampainya di depan gerbangnya, dia baru mau berangkat nyari payung. Dan aku menunggunya sambil membaca bahan ujian. Kalo aku nurutin niat belajar buat ujian jam 10 dan jam 13, dan D ujian jam 9, nggak tau deh siapa yang bisa nganterin R.

Tak lama kemudian, R tiba di kos. Kami buru-buru masuk untuk mengambil barang-barang yang mau dibawa ke Jakarta. Ternyata sudah ada D di dalam. R hanya memakai 1 ransel dan 2 tas jinjing ukuran sedang berisi makanan dan pakaian. R dibonceng D membawa ransel dan 1 tas jinjing, sedangkan aku sendiri membawa 1 tas.

Perjalanan menuju Lempuyangan terasa lama sekali. Maklum, jam berangkat sekolah dan kantor. Begitu sampai di Lempuyangan, R berlari masuk sekencang mungkin. Kukira urusan kami selesai di sini. Ternyata, kereta R sudah berangkat ke Tugu! Ya Allah..

Yon's8021
 

Kami bertiga segera berlari keluar.

“Ne, tasnya kubawa sekalian aja,” seru R. Tanpa sadar aku menyerahkan tas yang sedang kujinjing kepadanya. Kulihat R dan D meluncur meninggalkanku yang terhalang mobil. Jalan di depan Lempuyangan begitu macet. Kucoba mengejar Impressa D, tapi Adhiyyatku tertinggal jauh. Aku curiga mereka lewat Jalan Tukangan, sedangkan aku lewat Kotabaru.

Sesampainya di Stasiun Tugu, aku mencoba meng-SMS D.

Me: D, kalian udah di dalem?

D: Gw di pintu selatan. R tadi udah masuk, Ne. Lu dimane?

M: Gw di pintu utara.

D: Haha, untung deh tasnya nggak terpisah.

R: Ya Allah.. mau mati rasanya.. Alhamdulillah udah di dalam kereta. Makasih ya teman..

Maka lanjutlah kami bertiga SMS-an.

Yon's8024

Perjuangan pagi itu luar biasa. Ini bukan kali pertama aku mengantar orang yang salah stasiun. Waktu itu aku menemani Rika menemui teman SMAnya yang mau pulang ke Jakarta, ternyata sudah tertinggal. Maka dengan mengandalkan ojek dari Tugu, mereka berhasil mengejar kereta dari Lempuyangan. Pelajaran hari itu adalah, pastikan barang bawaan Anda tidak tertinggal.