10 Cara Mengisi Waktu Liburan Akhir Tahun #DiRumahAja

Konnichiwa, Minna-san!


Long time no post ya. Awal bulan ini aku menyelesaikan orderan @darcycrate. Alhamdulillah responnya cukup baik. Gak sabar buat nyiapin item box#4 Maret 2021 nanti.


Liburan akhir tahun tentunya sangat menarik. Tapi ingat, liburan keluar kota memiliki resiko tertular covid-19. Nah, daripada bengong akhir tahun gak kemana-mana, aku punya list kegiatan #dirumahAja

Top 10 Books read in 2020

1. Membaca

Coba dicek buku yang belum dibaca ada berapa? Mungkin ini waktunya kalian menghabiskan 1-2 buku yang sudah tertimbun sebelum corona menyerang. Atau bisa juga cek update buku/komik terbaru di aplikasi baca digital.

2. Journaling

Reading List 2021

Hobi yang satu ini tampaknya sedang naik daun. Ngejurnal tidak sekedar menulis diary curhat, tapi bisa dikombinasi dengan membuat tabel perencanaan (planner) dan mencatat kebiasaan (habit tracker) lho. Ada banyak contohnya di instagram. Cari saja idenya menggunakan tagar #bujoideas #bujospread #planneraddict, dll.


3. Menonton film atau TV series

Di Netflix atau Disney+ hotstar ada banyak film dan TV series baru rilis Desember ini. Rebahan sambil nonton kenapa tidak?

4. Mewarnai adult coloring book

Pernah dengar tentang terapi warna? Nah, kegiatan mewarnai juga memiliki efek mengurangi stress lho~

5. Membuat kerajinan tangan (DIY)

Ada banyak tutorial origami, membuat pembatas buku atau kotak serbaguna di youtube. Seru juga lho manfaatkan barang-barang yang ada tanpa harus beli.

6. Berkebun

Pengen punya taman tapi lahan terbatas? Bisa coba hidroponik. Atau yang simpel, beli kaktus mini dalam pot. Benih bunga dan sayur juga banyak dijual di marketplace. Siapa tau berhasil kan bisa berhemat.

7. Mencoba resep masakan

Pengen makan enak tapi low budget? Coba cek cookpad atau yummy.idn. Ternyata masak itu gampang asal punya waktu luang.

8. Mewarnai pinggiran buku (paint edges)

Siapa yang sebel lihat buku menguning? Salah satu sifat kimiawi kertas adalah mudah teroksidasi. Tapi jangan khawatir, kamu bisa mengecat pinggiran buku dengan cat semprot atau cat poster. Tutorial bisa dicek di youtube. Bisa juga cek highlight story instagramku.

9. Menata rak buku

Oh, belum ada mood baca? Sesekali mengubah tatanan rak buku tidak ada salahnya. Siapa tau menemukan buku yang menarik.

10. Room decor/ Berbenah ruangan

Apakah kalian mulai merasa jenuh dan bosan dengan dekorasi rumah? Sekarang saatnya untuk mengganti dekorasi ruangan! Bisa dengan mengganti posisi barang, mengecat dinding atau menambah hiasan. Kalau kamar sudah penuh berarti saatnya untuk memilah barang.
Home decor

Kasih tau di kolom komentar nomer berapa saja yang mau kalian coba. Semoga waktu liburannya bermanfaat menjadi sarana refreshing setelah menjalani 2020 yang berat. Sebentar lagi 2021, mulai dari 0 lagi ya. Selamat menyambut tahun baru! 💙

Continue reading “10 Cara Mengisi Waktu Liburan Akhir Tahun #DiRumahAja”

Buku Versi Cetak vs Digital

QoTD: kalian lebih suka baca buku fisik atau digital?
Halo~
Konnichiwa Minna-san!
Akhir-akhir ini twitter dan instagram sedang heboh membahas tentang perubahan sistem pembayaran langganan premium hanya dengan kartu kredit- yang semula bisa dilakukan pula via transfer atm dan google pay (dengan pulsa) tentu membuat heboh kalangan #bookstagrammer penikmat baca murah via aplikasi Gramedia Digital (GD)
Aku sudah berlangganan Gramedia Digital sejak Januari 2018. Cukup lama untuk mendapat banyak manfaatnya, yaitu:
1. Lebih hemat
Aku jadi lebih selektif membeli buku yang benar-benar menarik hati. Walaupun sudah baca di GD, tapi kalo aku suka banget ya aku beli buku fisiknya.
2. Ramah lingkungan.
Bayangkan berapa banyak pohon yang ditebang demi menerbitkan satu judul buku?
Bagaimana jika buku tidak lagi dicetak? Tentu tingkat penggunaan kertas berkurang dan pohon yang ditebang berkurang.
Aku jadi pelanggan toko buku bukan satu dua hari, tapi sudah belasan tahun. Makin ke sini buku baru makin banyak, petugas toko buku sampe kewalahan menata displaynya.
Mirisnya, obral buku makin banyak. Harga sadis 10.000, 20.000 dan 30.000/
Seolah-olah obral itu solusi mengosongkan gudang penuh. Ya gimana sih klo aliran terbit buku seperti air? Gak imbang dong. Infonya ada sistem daur ulang  untuk buku-buku yang tidak laku menjadi bubur kertas, tapi seberapa efektif sih?
Harusnya ada sistem cetak terbatas sesuai jumlah yang diketahui pada masa pre-order supaya buku yang terlanjur dicetak tidak menumpuk di gudang. Bukan kapasitasku membahas tentang proses penerbitan. Ini sekedar masukan supaya buku-buku yang terbit benar-benar layak dan yakin terjual habis.
3. Ruang penyimpanan berkurang
Dalam setahun terakhir aku sudah menjual 4 rak buku dan sekitar 500 novel. Alasan utama aku butuh uang. Ketersediaan e-book di gramedia digital dan google playbook benar-benar melegakan. Fasilitas ini sangat memudahkan aku menjadi minimalis.
Untungnya bulan ini aku tetap bisa melanjutkan berlangganan premium gramedia digital. Tapi bisa jadi banyak orang diluar sana yang tidak punya kartu kredit tidak lagi berkesempatan berlangganan.
Terimakasih banyak sudah memfasilitasi selama ini. Semoga pihak @gramediadigital ke depan lebih mempermudah akses pembayaran pelanggan premium.
Aku tidak tau berapa tingkat penurunan penjualan buku setahun terakhir sejak adanya aplikasi scoop atau gramedia digital. Tapi sekilas bisa disimpulkan dari komentar para #bookstagrammer di postingan tentang ini di instagram @y0nea bahwa peminat baca buku versi cetak (buku fisik) lebih banyak daripada buku digital (e-book).
Mau pilih baca versi cetak maupun digital, semoga minat baca di Indonesia terus meningkat.
-ne

[Book Review] Fake Love

Judul Buku: Fake Love; Aku, Suamiku dan Gunpla-nya

Penulis: Shireishou

Penerbit: Elex Media Komputindo

Terbit: Cetakan I, 2017

Tebal Buku: 285 Halaman

Halo~

Ini adalah buku pertama yang aku baca bulan Desember. Akhir November aku ikut Tourian Peeky Book Looking for Gengstagrammer untuk  jadi host reviewer. Beberapa kali mendaftar baru kali ini terpilih. Haha. Alhamdulillah ya, rejeki anak sholihah.Terima kasih banyak atas kesempatannya.

Kenapa aku tertarik membaca buku ini? cek blurb ya.

Delan sang maniak Gunpla memutuskan menikahi Arlin, sang maniak bento, dengan sebuah perjanjian.

Kita menikah hanya untuk menyenangkan orangtua masing-masing. Yang penting tidak saling usik meski tinggal seatap.”

 

Nyatanya dalam pernikahan aneh mereka, muncul tuntutan orangtua yang menginginkan kehadiran cucu secepatnya. Permintaan ini membuat Delan dan Arlin pusing. Bagaimana mungkin segera mempunyai anak, kalau keduanya sibuk dengan ego masing-masing?

Jika menikah tak didasari cinta dan seolah-olah dijadikan pertandingan, apa mereka akan bahagia?

Jika menikah diharuskan karena usia yang terus bertambah atau untuk membungkam pertanyaan yang terus berulang, apakah cinta itu akan muncul dengan sendirinya?

 

Arlin berusaha mencari jawabannya, tapi Delan seakan tidak peduli. Mungkin benar, pernikahan hanya akan mendatangkan masalah baru. Mungkin juga luka yang baru.

 

Elexmedia sudah menerbitkan beberapa buku dengan label Le Mariage di pojok kanan atas, genre dewasa muda dengan tema pernikahan. Walaupun beberapa novel sepintas mirip, tapi tiap judul memiliki cerita yang unik. Dalam Fake Love ini, penulis mampu menggabungkan unsur romance dengan hobi pasangan yang sangat kuat. Hobi yang cewek banget – memasak, dan cowok banget – koleksi mainan robot-robotan. Khas kak Shirei yaitu jejepangan; tokohnya adalah maniak Bento dan maniak Gunpla (Gundam Plastik).

Di halaman prolog kita akan berkenalan dengan Arlina Wulandari Kristianti dan Delano Kienan Pranajaya. Mereka bertemu di dunia maya berkat Mama yang mendaftarkan Arlin ke situs biro jodoh online. Karena berbagai alasan, akhirnya mereka setuju untuk menikah.

Setelah tanggal pernikahan ditentukan, Arlin mendapat e-mail dari Shiyan, teman di blog yang disukainya. Duh, sayang sekali Shiyan, Anda kurang cepat! Arlin tidak mungkin membatalkan pernikahannya dengan Delan hanya karena e-mail Shiyan. Ceritanya sangat masuk akal tanpa ada drama berlebihan.

Pernikahan mereka bisa dibilang unik. Ada yang bisa nebak wedding dress-nya? Dan kado yang mereka dapat tidak umum untuk kado pernikahan. Haha. Bagian awal buku ini sukses membuatku tertawa sampai pipiku sakit.

Besoknya Arlin dibawa ke rumah Delan di Pamulang. Delan cukup mapan dengan gaji yang lumayan tinggi dan rumah yang cukup besar. Wajar sih dia bisa beli gunpla yang harganya wah. Mami Papi Delan dan Mama Papa Arlin hanya mengantarkan sebentar dan langsung pulang.

Belum sempat Arlin beradaptasi dengan rumah barunya, ada tetangga yang mampir. Sebut saja Jeng Elly. Nah, dari sini drama rumah tangga Arlin dan Delan di mulai.

Point of view yang digunakan yaitu orang ketiga dengan Arlin sebagai pusat cerita. Jadi kita bisa memahami yang dirasakan Arlin sebagai istri yang tidak dianggap suaminya. Delan yang sibuk dengan Gunpla-nya, kalau ngomong nggak disaring, jutek, pelit. Duh, aku pengen buang Delan jauh-jauh.

Satu-satunya hal yang membuat Arlin bertahan adalah karena Delan mau menerima bento buatannya, hal yang selama ini menjadi keahlian dan juga ketakutan Arlin selama beberapa tahun terakhir.

Ditengah semangat Arlin membuatkan bento untuk Delan, muncul beberapa masalah dengan Jeng Elly, bahkan melibatkan Bu RT dan tetangga yang lain. Belum lagi kedatangan Mama dan Mami yang meminta cucu setelah 3 bulan berlalu. Arlin mulai memikirkan ulang pernikahannya. Hingga klimaksnya ketika hari-H Gunpla Builders World Competition. Membaca sepertiga terakhir benar-benar mengaduk emosi.

Aku mendapat banyak pelajaran dari novel ini. tentang komunikasi antara suami-istri, pernikahan adalah proses belajar memahami seumur hidup. Ketika menikah, otomatis menjadi anggota masyarakat, maka membaur dengan tetangga adalah hal yang harus dilakukan. Tokoh Jeng Elly mewakili tetangga yang masa gitu~

Oiya, ada Rietma dan Shiyan yang mendukung Arlin dengan cara masing-masing. Aku selalu menantikan scene ketika Shiyan muncul. #TimShiyan

Hal terbaik yang aku dapat dari membaca buku ini adalah bagian Epilog. Kenapa? Silahkan segera jemput buku ini di toko buku terdekat atau toko buku online, karena menikmati novel ini tidak hanya versi cetak, tapi kombinasi dengan versi digital. Sebelum dicetak, novel ini sudah sempat tayang di wattpad. Jadi kalian bisa lihat komen-komen lucu di sana.

Rating: 4/5

Terima kasih atas kesempatan menjadi host review. Semoga kak Shireishou bisa menerbitkan karya lainnya. Happy reading~

Yogyakarta, 7 Desember 2017

-ne-

Hello~

Haloooo.. Yaampun, ternyata udah 2 tahun nggak muncul ya.. hihi.. 2015 sampe awal 2016 kayaknya kadang masih muncul di nolpitu.com, tapi abis itu sibuk persiapan akreditasi KARS dan nggak pernah muncul lagi.

Alhamdulillah, kemarin Senin 4 Desember 2017, sudah survei verifikasi tahun pertama. Tinggal perbaikan untuk tahun kedua dan ketiga.

Btw, Oktober kemarin aku memutuskan untuk ganti status akun Instagram dari akun pribadi jadi akun bookstagram. Jadi beberapa postingan random aku hidden. Banyak hal yang terjadi 2 tahun terakhir. Salah satunya dengan tambahan ratusan koleksi buku. Status register 925 buku. Tapi karena Maret 2017 kemarin aku buka akun jualan buku preloved, fisiknya tinggal 457 buku. Jadi 6 bulan terakhir ini jual buku buat buku baru lagi. 🙂

Nah, kedepan insyaallah aku akan share full review buku di sini ya. Kalau mau baca daily review bisa di instagram @y0nea, dan silahkan cek buku yang udah kurelakan untuk dijual di @salimapreloved.

Buat yang baru gabung, salam kenal ya. Semoga isi blog ini bermanfaat. Thank you~

Kalasan, 5 Desember 2017

-ne-

Hi, May!

Kapan?

Mei..

Maybe yes,

Maybe no..

Masih inget iklan itu?

Hehe.. jaman kapan?

Alhamdulilah, Rajab sudah hampir berakhir. Sya’ban segera menjelang. Ramadhan sebentar lagi!

Aktivitas sebagai Apoteker semakin banyak, orderan wrapping dari orang terdekat mengisi waktu luang. Beberapa bulan terakhir, aku terlibat dalam beberapa komunitas serupa; baca, diskusi, tulis. Lelah? Yah, sedikit. Tapi, paling tidak setiap detik yang berlalu tidak berakhir sia-sia.

Mei ini akan banyak event bahagia dari rekan-rekan, 4 undangan Pejuang07 di hari yang sama (15-16 Mei), 1 undangan dari sahabat di Forsat07 JS (17 Mei), wisuda sarjana pejuang (19 Mei). Dan insyaallah beberapa kabar lainnya.

Adhiyyat sedang opname, insyaallah segera berpindah tangan. 😦 Belajar ikhlas, semoga bahagia dengan owner yang baru 🙂

Asyaro semakin jarang dipake, biasanya untuk nelpon atau nyetel radio doang ^^v

Sony semakin overload, sampe pernah ngehang gara-gara kartu As dituker dengan yang XL, akhirnya direset n install ulang program favorit. Kebanyakan foto sampe stress dianya. Hoho.

Ah, ya, kemarin Ahad (10/5) abis kondangan di Kalasan, aku buka stand bareng Filla’s Craft dan Ken Fabric Painting di Etnika Fest Pasar Ngasem. Lumayan buat piknik.

DSC_0005DSC_0009

DSC_0008

Ya gini kalo anak para Psikolog ketemu Apoteker:
PhotoGrid_1431276849185

Bukannya rame marketing, malah sibuk piknik. Haha..

Apapun, semoga kesibukan berhari-hari kedepan tidak mengurangi fokus persiapan Ramadhan. Happy Reading!

Salima, 13 Mei 2015, 00:24