Interaksi Sesama Ikhwah

Dalam sebuah forum, sangat wajar ketika ada perbedaan pendapat. Yang penting adalah bagaimana mengelola perbedaan itu. Terhadap sesama ikhwah, kita dituntut untuk memiliki adab yang benar dalam berinteraksi.

  1. Husnuz-zhon (bersangka baik) dan bahkan berusaha mencarikan alasan untuk membelanya jika ada orang lain yang menghujat ikhwah kita.  Tapi kemudian tidak hanya diam. Dalam islam ada mekanisme tabayun (cross-check) ke yang bersangkutan. Memberi nasihat, kritik dan saran secara halus dan sembunyi-sembunyi alias tidak di depan orang lain. Tiap manusia punya kekurangan dan kelemahan, namun bila kita ingin mengkritisi atau memberi masukan, hendaknya dengan memperhatikan adab agar dapat menjaga martabat atau izzahnya di hadapan orang lain.
  2. Memperlihatkan mahabbah atau rasa cinta pada mereka dan berusaha menahan emosi atau memaklumi kekurangan/ketidak tauan mereka.
  3. Mendoakan mereka ketika kita berpisah atau sedang tidak bersama mereka.
  4. Tanashur, tolong menolong sesama ikhwah sebagai realisasi ukhuwah. “Tolonglah saudaramu yang berbuat dzalim atau didzalimi,” yakni engkau menghalanginya dari berbuat kedzaliman atau membebaskannya dari keteraniayaan.
  5. Mengakui dan menghargai bantuan mereka di waktu lapang dan sempit, serta merasakan dan menyadari bahwa kekuatannya tidak dapat bergerak dengan sendirinya tanpa andil dan bantuan ikhwah lainnya, seperti problem yang dialami dalam masalah keuangan, penyimpangan atau terkena fitnah.
  6. Tidak menyukai atau tidak rela jika saudaranya berada dalam bahaya dan bersegera berbuat untuk mencegah atau menolak dan menyelamatkan saudaranya tersebut dari bahaya.
  7. Memberikan tadhiyah (pengorbanan) terhadap sesama ikhwah. Hasan al-Basri pernah berkata, “Tidak ada yang kekal dalam kehidupan ini kecuali tiga hal; Pertama, saudaramu yang kau dapati berkelakuan baik. Kedua, apabila engkau menyimpang dari jalan kebenaran ia meluruskanmu. Ketiga, shalat berjama’ah menghindarkanmu dari melupakannya dan meraih ganjarannya.”

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr: 10)

Salima, 4 Januari 2012, 21:55

Ada yang Milaad

A: tgl brp skrg?

B: 27 maret, kpn?

C: ni hr apaan?

D: selasa

A: ada peringatan apa gitu, gw lupa.. hmm *berpikir keras

B: hari Women International Club (WIC)

A: aagh.. bukan itu.. aduh..

C: gw tau.. agro sehat kan?

A: iya sih, tapi bukan itu.. ada lagi..

zing~

D: eh, gw inget! ada yg milaad..

A+B+C: sp?

D: AWA..

All: waah,, barakallah fii umriik.. ^^v

Begitulah kira – kira smsku pada AWA semalam (ada bbrp tambahan sih, cz klo d sms kan mesti disingkat2 gitu), sengaja ku kirim mepet jam 9 malem, hehe..

Kadang perlu sebuah momen untuk menyambung silaturahim. Ukhuwah islamiyah itu hanya didadarkan oleh aqidah, bukan amanah apalagi hanya karena teman se-usroh. Kalo udah gak seamanah lagi gak pernah sms-an lagi. Kalo gak se-usroh lagi, gak pernah maen bareng lagi. Astaghfirullah..