Milaad Episode [2]

Hari ini ada dua orang sohibku yang berkurang jatah umurnya. Mumpung ahad, kami menyempatkan untuk menghampiri rumah salah satu dari dua orang tersebut. Tentu saja yang satunya juga datang.

Whatz?? Udah segede gini masi ngerayain ultah? Bukan. Ini cuma momen syukuran. Empat bulan setelah ia menikah, kami belum sempat mengunjunginya.

Maka setelah para tamu undangan lengkap. Acara dibuka oleh MC. Aku? Tentu bukan. Aku lebih cocok pegang kamera daripada microphone. Setelah dibuka dengan basmalah dan tilawah, acara dilanjutkan dengan sambutan kedua orang yang milaad itu. Lalu, Pak Boz memberikan semacam taujih alias training motivasi *istilah apa ini? Tanpa berlama-lama, agenda dilanjutkan dengan potong tumpeng yang intinya adalah makan-makan.. Yey~

Eits, ternyata sang tuan rumah belum puas ngerjain kami. Ia memberi kami semacam bingkisan kayak jaman SD gitu.. Haha.. Ini dia tampang anak SD sebelum pulang dari acara ulang tahun temannya..

Semoga ukhuwwah ini berlanjut sampai ke jannah-Nya.. Amiiin..

Salima, 4 November 2012, 21:04

Milaad Episode

Siapa bilang rolling berarti berpisah? Justru rolling adalah sarana pembuktian ukhuwah. Apakah persaudaraan itu berhenti ketika ganti kelompok, atau berlanjut hingga waktu seterusnya?

Dalam 2 bulan terakhir, 4 dari saudara seperguruanku (dulu) milaad. Oke, dalam islam memang tidak ada sunnah merayakan hari lahir. Tapi, tidak ada larangannya kan? Toh bersyukur dan mendoakan saudara itu wajib. Hari lahir hanyalah salah satu momen untuk saling mendoakan. Tentunya tiap setelah sholat terselip doa terbaik untuk saudara kita bukan?

Episode 1: R

Selasa, 24 April 2012

Cast: R, D, V, E, N

Korlap: V

Skenario:

Sore itu, D dan V bersama – sama ke kos R. Lalu, dengan berbagai alasan, D menemui Q dan V menemui F. Sementara N yang datang bersamaan dengan azan maghrib, segera menemui calon korban, sebut saja R. Hingga usai sholat, belum ada tanda – tanda E akan menyusul. N sudah mati gaya dicuekin sama si R. Akhirnya D dan V naik dan menyerahkan kadonya.

R menerima kado dengan ekspresi datar. Entahlah, mungkin dia capek seharian full, atau dia salting dikasih kejutan. Setelah kado diserahkan, D, V, N pulang, sedangkan E baru datang. Hadeeh. Episodenya sad ending deh.

Episode 2: F

Ahad, 27 Mei 2012

Cast: R, D, V, E, N, F

Korlap: V

Skenario:

Ba’da ashar, V yang merupakan ta-ukhti si F meng-sms all member, dan akhirnya ditentukanlah kado dadakannya. Tepat setelah maghrib, para perusuh sudah berkumpul di TKP. Komposisinya hampir lengkap, cuma kurang mas’ulnya, sebut saja si A. Penghuni kontrakannya ikut meramaikan, menambah kegaduhan bertambahnya usia si F.

Episode 3: A

Ahad, 3 Juni 2012

Cast: A, D, V, E, F

Korlap: F

Skenario:

Akhirnya, muncul juga tokoh ini. Ah, susah sekali untuk melibatkan beliau untuk ikut serta. Berhubung kali ini hari jadi beliau, mau tak mau ia muncul. Ba’da maghrib, pasukan pun menggrebek sebuah asrama muslimah di sekitar kampus. Entah keceriaan apa yang ditimbulkan, penulis tidak tau karena tidak ikut serta. Tapi, cukup mengukir episode yang indah dihati A.

Episode 4: D

Rabu, 6 Juni 2012

Cast: A, R, D, V, E, N, F, S

Korlap: A

Skenario:

Setelah beberapa hari lalu si A digrebek, korlap penggrebekan kali ini diambil alih oleh A. *modus balas dendam

Namun sayangnya, prosesi grebek milaad (PGM) kali ini tidak dilakukan pada hari-H. Ada berbagai macam alasan, salah satunya karena korban tidak bisa ditemui pada hari tersebut. Maka, setelah rembug online (baca: sms-an), disepakati bahwa PGM kali ini akan dilakukan pada esok harinya (H+1). Dengan ketentuan tidak ada yang mengucapkan pada hari-H. *tega mode: ON

Dihari yang sudah ditentukan, pasukan berkumpul tepat saat maghrib di sebuah masjid sekitar kampus. Korlap sudah memastikan korban bisa hadir pada waktu tersebut. Walaupun sempat diwarnai acara PKK (jahit-menjahit flannel), PGM tetap bisa terlaksana dengan doa panjang dari sang mas’ul. Sebentar sodara – sodara, cerita belum selesai. Komposisi lingkaran kurang 2 orang. F belum hadir karena sedang #melingkar dan sang sensei belum diundang.*parah

Karena si A tak bisa berlama – lama, maka ia pun pamit. Tepat sebelum A undur diri, F akhirnya datang. Maka lengkaplah pasukan tersebut. Sebelum diusir karena menyebabkan kegaduhan di masjid, para pasukan segera meninggalkan TKP. Menuju tempat selanjutnya. F harus mengerjakan tugas kelompok, sementara yang lain lanjut syukuran di sebuah tempat makan jepang di selatan kampus kesehatan.

Kejutan pun tak berhenti disini. Sang sensei ternyata mau nyusul. Ah, seru sekali. Beliau bela – belain ke kampus yang berada agak ke barat, padahal baru selesai bertugas dari ujung timur sana dan rumahnya di ujung utara. Subhanallah. Maka, seekor ikan buntal buatan E dengan modifikasi dari N menjadi kenang – kenangan untuk sensei yang keren itu.

Banyak hal yang didapatkan dari #melingkar. Salah satunya adalah tentang menyambung silaturahim. Ketika kita mendapat teman selingkaran dan sensei yang menyenangkan, tentunya kita sedih ketika akan berpisah. Tapi, sungguh utama orang beriman yang meyakini bahwa bertemu dan berpisah hanya lah karena allah. Semoga kita mampu mengukir kenangan bersama teman selingkaran kita yang sekarang, dan tetap menyambung silaturahim dengan teman selingkaran kita yang sebelum – sebelumnya.

Salima, 7 Juni 2012, 10:55

8 Hari Mencari Makna #1

Monday Smile,

Senin seminggu yang lalu,
Jarum jam MonoL putihku menunjukkan sudut menuju pukul 08.00. Aku sudah standby di lobi unit III. Papan status para dosen menandakan pak Wawan sedang keluar. Entah aku yang terlalu pagi, atau aku sudah terlambat untuk menemui beliau di waktu pagi. Aku sudah hafal jadwal beliau. Kalo gak pagi banget, sebelum jam 8, berarti antara jam 11 sampe 13. Sangat jarang beliau bisa ditemui setelah itu. Beberapa kali aku terlambat karena berusaha menemui beliau pada waktu hampir ashar.
Lantai satu unit II terlihat sepi. Tak mungkin para karyawan dan TU belum datang jam segini. Tapi, itu lah yang ku dapati. Kusibukkan diri membuat daftar tabel, gambar dan lampiran di notesku. Sengaja An-naml kutinggal di salima. Niatku hanya menyerahkan draft pada pak Wawan. Setengah jam tak terasa. Para karyawan berdatangan dari pintu timur. Mereka menggunakan kemeja putih dan bawahan hitam. Ada apakah gerangan?

“lho, pak, kok baru datang? Gak ikut upacara?”, tegur seorang ibu pada Pak Yus yang baru datang dengan mengenakan batik.
“upacara apa e?”, sahut beliau santai.
“Hari kebangkitan. Wah, bapak’e bolos.”
“Oo.. Gak mesti ikut kan? Hehe..”

Aku cuma bisa tersenyum mendengar guyonan dosen dan karyawan itu. Hmm, tampaknya di TU sudah ada yang jaga. Aku pun masuk menuju TU di depan laboratorium teknologi formulasi. Sekilas kulirik ruang pak Wawan. Alhamdulillah, beliau sudah datang. Entah beliau masuk dari mana. Aku tak sadar ternyata beliau lewat.

“Assalamu’alaikum. Pak, ini draft saya.”
“Wa’alaikumsalam. Ya, taruh aja. Ini sudah semua?”
“iya, tapi belum dilengkapi yang laen – laen pak.”
“Nanti saya cek dulu. Anda kesini lagi rabu atau kamis saja.”
“Kalo besok selasa kira – kira sudah belum pak?”
“Ya, saya usahakan.”
“Bisa ketemu jam berapa pak?”
“Antara jam 11 sampe jam 1.”
“O, ya ya, terimakasih pak.”
“Ya, sama – sama.”
“Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.”
Aku pun meluncur menuju salima dengan langkah ringan.

Kemarin Tanjoubi-nya Pity. Aku segera membungkus everything pink untuknya. Sekitar jam 10 aku meluncur ke rumahnya. Aku disambut ibunya. Obrolan standar khas ibu – ibu. Kapan mbak Nea lulus? Lalalala. Kujawab saja seadanya. Tak lama kemudian pity keluar membawa origami. Dan jadilah selama hampir dua jam itu kami mengobrol sambil melipat kertas bermotif itu.

Sorenya, aku menemani Rika ke Pramita Lab dan GMC. Malamnya, aku menjemput Ispri di Lempuyangan. Karena sudah lewat jam 9, akhirnya aku mabit di kosnya. Aku pun mendengarkan kisah perjalanan Ispri dari Kediri ke Jogja. Selalu ada hal baru yang didapat selama perjalanan. Kalo aku sih ngincer oleh – olehnya. Haha.. [Bersambung…]