Perjalanan Menuju Minimalis

You can’t buy happiness, but you can buy books and that’s kind of the same thing. (Anonymous) Aku tidak ingat kenapa bisa menjadi kutu buku. Yang kuingat bahwa aku suka membaca sejak sebelum masuk Taman Kanal-Kanak. Mulai dari halaman anak-anak Tabloid Nova punya ibu, majalah Bobo, Tabloid Fantasi, sampai buku-buku terbitan Balai Pustaka di PerpustakaanContinue reading “Perjalanan Menuju Minimalis”

Rate this:

Perpustakaan Digital: Masa Depan Generasi Z?

Ada yang tau kapan pertama kali ada kertas? Lalu buku apa yang pertama kali diterbitkan? Sebagai Generasi 90-an, tentu munculnya minat baca di masa kecil tidak lepas dari Tabloid Nova milik ibu, Buletin Khotbah Jum’at ayah, Majalah Bobo dan buku-buku terbitan Balai Pustaka di Perpustakaan SMP. Orang tuaku bukan tipe yang beli buku tiap bulan,Continue reading “Perpustakaan Digital: Masa Depan Generasi Z?”

Rate this:

Tren Bookish Merch Indonesia (Behind The Scene of Darcy Crate)

Konnichiwa, Minna-san! Minggu kemarin, aku diundang @agi_eka mewakili @darcycrate untuk segmen #Bibliocorner Spesial membahas tentang bookish merchandise. Agi juga mengundang mba @annienamiez sebagai owner @booksleeve.id Sejak menjadi bookstagrammer September 2017, aku melihat banyak merchandise shop yang muncul sebagai alternatif pelengkap hobi membaca dan cukup berkembang pesat serta banyak peminatnya. Berikut daftar merchandise dan tokonya: Booksleeve:Continue reading “Tren Bookish Merch Indonesia (Behind The Scene of Darcy Crate)”

Rate this:

Review Buku Berbayar, Why Not?

Konnichiwa, Minna-san! Kali ini aku mau membahas tentang kerjasama review buku. Ini termasuk isu yang selalu ramai dibahas di kalangan #Bookstagram, tapi tampaknya belum ada titik terang. Istilahnya masih belum ada masa depan cerah. Mari kita samakan persepsi bahwa bookreviewer disini bukan dalam kapasitas sebagai ahli bahasa, kritikus atau apa karena tidak banyak bookstagram yangContinue reading “Review Buku Berbayar, Why Not?”

Rate this: